Dugaan Solar Subsidi “Disedot” Jerigen di SPBU Camplong, Pengawasan Negara Dipertanyakan

IMG 20260519 WA0021
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Dugaan Solar Subsidi “Disedot” Jerigen di SPBU Camplong, Pengawasan Negara Dipertanyakan

SAMPANG — Praktik dugaan pengisian solar subsidi menggunakan ratusan jerigen di SPBU 54.692.06 Camplong, Kabupaten Sampang, kembali memantik kemarahan publik. Aktivitas yang disebut berlangsung terang-terangan siang hingga malam itu memunculkan pertanyaan serius: apakah distribusi BBM subsidi masih benar-benar diawasi, atau justru dibiarkan menjadi permainan segelintir pihak?

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Di Jalan Raya Camplong, Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, pemandangan jerigen menumpuk dan keluar masuk kendaraan pick up disebut bukan lagi hal asing bagi warga sekitar. Aktivitas yang seharusnya menjadi perhatian serius justru terlihat berjalan tanpa hambatan.

Warga mengaku fenomena tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ironisnya, kegiatan pengisian solar subsidi ke jerigen dalam jumlah besar disebut berlangsung seolah tanpa rasa khawatir terhadap pengawasan ataupun penindakan.

“Sudah biasa mas, hampir tiap hari ada,” ujar salah seorang warga.

Jika benar solar subsidi dialihkan melalui skema jerigen secara masif, maka yang dirugikan bukan hanya negara, tetapi juga masyarakat kecil yang seharusnya menjadi penerima hak subsidi. Nelayan kecil, petani, hingga pelaku usaha mikro kerap kesulitan mendapatkan solar, sementara di sisi lain muncul dugaan distribusi dalam jumlah besar yang terkesan bebas berjalan.

Lebih mengundang tanda tanya, di lokasi juga muncul pernyataan bahwa aktivitas tersebut disebut “aman” karena sudah memiliki hubungan tertentu dengan pihak tertentu. Pernyataan seperti ini tentu memicu keresahan publik dan menimbulkan kesan bahwa distribusi BBM subsidi dapat dimainkan tanpa takut pengawasan hukum.

Publik kini menunggu langkah nyata, bukan sekadar imbauan. Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, hingga aparat penegak hukum didesak turun langsung melakukan audit lapangan dan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas distribusi solar subsidi di SPBU tersebut.

Sebab bila praktik seperti ini benar terjadi dan terus dibiarkan, maka subsidi yang seharusnya menyelamatkan ekonomi rakyat kecil justru berpotensi berubah menjadi ladang permainan yang menguntungkan pihak tertentu.

Pertanyaan besarnya sederhana: mengapa aktivitas pengisian jerigen dalam jumlah besar bisa berlangsung terus-menerus tanpa tindakan tegas? Apakah pengawasan benar-benar berjalan, atau justru ada pembiaran yang selama ini dianggap biasa?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola SPBU terkait dugaan aktivitas pengisian solar subsidi menggunakan jerigen tersebut.

Masyarakat kini berharap aparat tidak hanya hadir setelah kasus viral, tetapi mampu membuktikan bahwa distribusi BBM subsidi benar-benar dijaga demi kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir kelompok.

(Rifai)