Doa yang Kupeluk dalam Diam

File 000000009c4c720bb7550f755eecc72c
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Doa yang Kupeluk dalam Diam

Anakku,

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Jika suatu hari kau membaca ini,
mungkin aku tidak sedang duduk di sampingmu.
Mungkin suaraku tidak lagi kau dengar memanggil namamu.
Tapi dengarkanlah—
doaku tidak pernah pergi.

Aku ayah yang jauh dari sempurna.
Aku tidak selalu kuat.
Tidak selalu hadir dengan jawaban.
Ada hari-hari ketika tubuhku menyerah lebih dulu
sebelum keinginanku.
Ada malam-malam ketika aku hanya bisa berbaring
dan berharap Tuhan lebih mengerti doaku
daripada kata-kataku.

Aku tahu, kau melihat ayahmu sering lelah.
Sering diam.
Kadang kalah oleh sakit.
Kadang kalah oleh keadaan.
Dan mungkin kau bertanya dalam hatimu:
“Apakah ayah cukup kuat untuk membimbingku?”

Anakku,
aku tidak pernah meminta hidup ini mudah bagimu.
Aku justru berdoa agar kau cukup kuat
ketika hidup tidak adil.
Agar kau tetap jujur
saat kebohongan terlihat lebih menguntungkan.
Agar kau tetap rendah hati
saat kelak dunia menepuk pundakmu.

Aku tidak berdoa agar kau selalu menang.
Aku berdoa agar kau tidak kehilangan dirimu
saat kalah.

Jika suatu hari kau jatuh,
ingatlah ini:
ayahmu juga pernah jatuh.
Dan bukan kekuatanku yang membuatku bangkit,
melainkan keyakinanku
bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita
di titik terendah.

Aku tidak bisa menjanjikan warisan harta.
Aku tidak selalu bisa memberi rasa aman.
Tapi aku menitipkanmu
pada doa-doa yang setiap malam
kupeluk lebih erat daripada rasa sakitku sendiri.

Jika suatu hari aku tak lagi berjalan di sampingmu,
jangan cari aku di foto atau kenangan.
Carilah aku di keberanianmu
saat kau memilih yang benar.
Carilah aku di air matamu
yang tidak membuatmu menyerah.
Carilah aku di doamu
yang tetap kau panjatkan
meski jawaban terasa lama.

Anakku,
jika dunia membuatmu ragu pada dirimu sendiri,
ingatlah:
ada seorang ayah
yang mungkin tak sempurna,
tapi tak pernah berhenti percaya padamu.

Dan jika kau bertanya
apa harapan terbesarku sebagai ayah,
inilah jawabannya—

Bukan agar kau menjadi hebat,
melainkan agar kau menjadi manusia
yang tetap berjalan bersama Tuhan
apa pun yang terjadi.

Itu doaku.
Itu harapanku.
Dan itu cintaku
yang tidak akan pernah habis.