“Dalan Pangan Dalan Bunggah”, Bangun Ekonomi Pedesaan

Kefaspelita
WhatsApp Image 2024 07 19 at 13.56.36
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

REMBANG – Untuk meningkatkan perekonomian di pedesaan, Pemerintah Kabupaten Rembang meluncurkan program Dalan Pangan Dalan Bunggah. Program itu memadukan kelompok perempuan desa dengan berbagai pihak, untuk memberikan pelatihan tata boga dan wastra ecoprint.

Kepala Bidang Pengembangan Kawasan dan Penataan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang, Bambang Priyantoro menyampaikan, di tengah persaingan ketat dan inovasi dalam berbagai bentuk, serta cita rasa makanan ringan dan wastra di pasaran, pihaknya melihat semangat yang meningkat dari perempuan di pedesaan, untuk merebut dan mengisi ruang pasar.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

“Kami melihat ini dengan membantu untuk meningkatkan kapasitas diri, untuk berlatih memasak berikut strategi pemasarannya. Yang sudah berjalan, pelatihan memasak di Desa Mondoteko, disusul Desa Sumberejo, Waru, Ngotet, dan Kasreman,” jelas Bambang, saat ditemui di kantornya, Kamis (18/7/2024)

Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan memasak dan membuat ecoprint, tetapi juga membekali peserta dengan strategi pemasaran.

“Ini seperti napak tilas apa yang dulu pernah menjadi fokus dan perhatian Kartini selama berada di Rembang, yakni pelatihan kerajinan tangan. Kami memilih ecoprint karena ini jenis yang sedang trend,” kata Bambang Priyantoro.

Pelatihan wastra ecoprint telah digelar di Gedung Graha Mulang Salira Desa Pandean dengan melibatkan 15 perempuan desa setempat. Dari 15 peserta, mereka dibagi menjadi tiga kelompok usaha dan berhasil menghasilkan 44 lembar batik ecoprint, dengan tingkat kegagalan rendah.

“Ecoprint ke depan diharapkan bisa menjadi ikon dan branding Desa Pandean. Mengingat desa ini berlokasi strategis di pusat kota, di antara alun-alun kota dan jalur utama pantura Rembang,” pungkasnya.

Dengan program tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat menciptakan peluang ekonomi baru bagi perempuan desa, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan secara keseluruhan. (***)