Cerita Rakyat Prabu Tawangalun di Banyuwangi

Kefaspelita
Prabu
Ilustrasi Gambar/Pelitanusantaranews
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love
Ilustrasi Gambar/Pelitanusantaranews

Pelitanusantara.com | Cerita ini di kutip dari dongeng seorang nenek. Pada zaman dahulu di banyuwangi ada seorang raja. dia adalah prabu tawangalun. masa kepemimpinan prabu tawangalun banyuwangi loh jinawi. rakyat tentram. tidak kurang sandang tidak kurang pangan. prabu tawangalun di cintai rakyat nya karena kesabaranya. di dalam mengarungi ke pemimpinanya tiba tiba prabu tawangalun tersandung masallah berebut kekuasaan dengan adiknya. siapa adiknya prabu tawangalun.

Nama Adiknya  Prabu Tawangalun bernama Wirobroto yang memiliki watak yang kasar dan keras kepala. Wrobroto memberontak kakak nya ia ingin mengambil alih kekuasaan. dan Wirobroto berontak di bantu patih Grinsing. tentu saja Prabu Tawangalun Menolak. Prabu Tawangalun takut apa bila kerajaannya di pimpin Wirobroto takut morat marit. hingga terjadilah perang antara Wirobroto dan Tawangalun. Wirobroto di bantu patih Grinsing. dan ahirnya Wirobroto mati atau tewas di tangan Prabu Tawangalun.kemudian patih Grinsing tidak terima. dia ikut melawan Tawangalun. sehingga Patih Gringsing juga ikut tewas. tahu saudaranya tewas Prabu Tawangalun menyesal atas kematian adiknya. rasa penyesalan yang berkepanjangan. Prabu Tawangalun memutuskan untuk bertapa. tempat pertapaan Prabu Tawangalun di kaki bukit Gunung Raung. setelah lama bertapa. tiba tiba Prabu Tawangalun mendengar suara tampak bayangan. menurut dongeng yang ada. suara tampak bayangan bicara. ” Hai anak ku Tawangalun. kamu jangan enak enak bertapa. bangun. dan langkah kan kakimu. nanti kalau ada Macan berwarna putih naik lah jadikan macan itu sebagai kendaraanmu” . Selang beberapa saat macan berwarna putih muncul. kemudian Prabu Tawangalun mengikuti kemana Macan Melangkah. tiba Macan ber warna putih tadi berhenti. Prabu Tawangalun bingung. kenapa macan berhenti di sini. Prabu Tawangalun berpikir ” iya sudah. berhubung kamu berhenti di sini macan. maka desa ini aku kasih nama MACAN PUTIH” . (dikutip dari dongeng yang ada)