KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) periode 2025-2026 resmi dilantik pada Selasa, 23 September 2025, di Hotel Azizah Syariah Kendari. Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi gerakan mahasiswa di UMK, dengan tema “Reformasi Gerakan Mahasiswa: Dari Kepemimpinan Menuju Perubahan Nyata”.
Ketua BEM terpilih, Ruslan, menegaskan bahwa mahasiswa bukan hanya elemen pengamat atau pengkritik, melainkan harus menjadi pelaku aktif dalam menghadirkan perubahan nyata. “Reformasi yang kami maksud bukan sekadar slogan atau simbol perlawanan. Ini adalah komitmen untuk menata ulang arah gerakan mahasiswa agar benar-benar relevan dengan kondisi sosial, politik, dan budaya saat ini,” ujar Ruslan.
*Langkah Nyata BEM UMK:*
– *Pengawal Kebijakan Kampus*: BEM UMK akan memperkuat fungsinya sebagai pengawal kebijakan kampus dan pengawas kebijakan publik.
– *Isu-isu Lokal*: BEM UMK akan menyoroti isu-isu lokal seperti konflik tambang di Pulau Kabaena dan penyerobotan lahan oleh perusahaan tambang di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara.
– *Peningkatan Kualitas Pendidikan*: BEM UMK juga akan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan mahasiswa, dan menjaga iklim akademik yang sehat di lingkungan kampus.
Ruslan menekankan pentingnya menjadikan BEM sebagai ruang lahirnya solusi, bukan hanya kritik. “Mahasiswa tidak boleh hanya jadi penonton. Kita harus peduli terhadap nasib bangsa ini. BEM UMK akan menjadi garda terdepan dalam mengawal kebijakan publik dan memperjuangkan keadilan di daerah,” tegasnya.
Dengan semangat baru yang diusung, pelantikan ini menjadi titik tolak lahirnya gerakan mahasiswa yang lebih strategis, membumi, dan siap menjawab tantangan zaman. BEM UMK tidak hanya menjadi pengkritik, tetapi juga penyedia solusi bagi masyarakat.
Sumber: BEM MUHAMMADIYAH













