Aksi Intoleransi terjadi lagi di kabupaten Bekasi ketika suasana PSBB

Kefaspelita
F187be56 ae07 41b3 bce1 184beb99c149
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Kabupaten Bekasi – Pelitanusantara.com | Ketika himbauan Pemerintah untuk dirumah saja dan para Tokoh agama mengarahkan Umatnya untuk Beribadah di rumah melalu online dan Streaming live, Redaksi Pelitanusantara.com mendapatkan Kiriman Video singkat dari Sahabat Pelita nusantara dimana dalam video tersebut yang adalah satu keluarga Kristen di daerah Cikarang Baru tepatnya di desa rawasentul yang sedang melaksanakan Ibadah online di hentikan oleh oknum RT dan yang katanya adalah salah satu Tokoh Masyarakat.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

dan terlihat salah satu pelaku intoleransi membawa kayu dengan mengancam untuk menghentikan Ibadah tersebut, dan menurut Informasi melalui media sosial bahwa Tokoh Masyarakat itu bernama H.Mulyana dan terlihat dalam video tersebut marah – marah dan menghentikan Ibadah yang dilakukan oleh keluarga tersebut.

menurut Suhartono Sekum Forbakti yang dihubungi melalui pesan wa mengatakan “Saya sudah lihat video itu seharusnya setiap warga negara menghormati orang yang memiliki keyakinan berbeda apalagi hal itu dijamin oleh konstitusi negara kita “

Sangat miris memang ketika semua mata tertuju pada pencegahan Covid 19 dan setiap elemen masyarakat Saling Bertolong – tolongan membantu sesama, ternyata hari ini kita diperlihatkan sebuah video yang mencederai ke Bhinneka an dan keragaman yang ada di negeri ini” lanjutnya 

Aparat Penegak Hukum yang ada di Bekasi harus bertindak tegas dalam hal ini sebagai orang Bekasi saya sangat mengecam keras tindakan itu, kami orang bekasi sangat menerima perbedaan dan menghargai satu dengan yang lain, jangan ini menjadi sebuah Preseden buruk dimasa depan  ” pungkasnya (Kefas/Pelitanusantara)