TRENGGALEK– Kembali Rengkek-rengkek Munjungan terjadi tragedi laka sebuah truk melintang di tengah jalan. Kendaraan yang terlibat laka, KBM roda 4 mobil barang truck Hino Tronton Flat Deck dengan No.Pol. S-9427-NG, yang dikemudikan oleh Mohammad Khoirudin (47) warga Leminggir RT 22/06, Mojosari, Mojokerto.
Truk yang bermuatan material pipa gorong-gorong besi tersebut mengalami kemacetan di jalan tanjakan ekstrim “rengkek rengkek” atau di dekat rest area.
Saat di tikungan body kendaraan tidak sampai akhirnya membentur sisi pelindung jalan dan kendaraan melintang di jalan.
Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino melalui Kanit Laka Lantas Iptu Singgih membenarkan kejadian tersebut.
Iptu Singgih mengatakan, Jalan yang terhalang oleh Truk trailer merupakan jalur utama menuju ke Kecamatan Munjungan.
“Untuk sementara Roda empat yang dari arah Munjungan ke Trenggalek harus mencari alternatif lewat Prigi ataupun Dongko,” ungkap Iptu Singgih, jumat (07/10/2022)
Dikatakan lebih lanjut, untuk pengendara sepeda motor masih bisa melintas namun harus bersusah payah ditarik beberapa orang.
“Untuk sepeda motor banyak yang nekad melintas, soalnya kalau putar balik dan mencari jalan alternatif terlalu jauh,” terangnya.
Menurut Iptu Singgih, dimungkingkan kendaraan tersebut tidak kelas jalannya untuk melewati jalur Kampak-Munjungan, sehingga terjadi laka lantas tunggal.
“Selain itu diduga akibat overload muatan, dan sopir belum menguasai medan. Satu sisi kendaraan terlalu besar dan panjang,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, truk bermuatan Besi itu memerlukan waktu yang lama untuk evakuasi. Hal itu disebabkan besar dan panjangnya badan truk.
“Sehingga memerlukan kendaraan yang lebih berat atau alat berat untuk bisa menarik badan truk,” terangnya.
Ahmad warga setempat mengatakan, “Kendaran sejenis itu dan muatan seperti memang tidak layak untuk melintas di jalan Kampak-Munjungan. Selain muatan ukuran kendaran tidak sepadan dengan kondisi jalan,”ungkapnya
Masih menurut Iptu Singgih, posisi truk saat ini Ibarat maju kena, mundur kena. Maju tidak bisa terhalang pembatas dan mundur juga tidak bisa.
“Posisinya sulit karena berada di tikungan dan tanjakan yang ekstrim, maju atau mundur sama sama sulit,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau agar pengendara kendaraan bermuatan berat untuk berhati-hati dan memahami medan jalan termasuk ukuran kendaraan, di Munjungan terutama di leter S atau rengkek rengkek.
“Sebab, di daerah tersebut terdapat banyak tikungan curam dan tanjakan resiko kendaran mogok sangat besar,”pungkasnya.
(MJ Pelita Nusantara)























