Banyuwangi-Pelitanusantara.com-Mission Trip yang dilaksanakan oleh Gereja Kristen Alkitab Indonesia (GKAI) Jemaat Gading Serpong ke Majelis Daerah (MD) GKAI Jawa Timur bagian Timur telah berlangsung dengan baik. Mission Trip tersebut diikuti oleh guru Sekolah Minggu, jemaat dan guru agama Kristen dari berbagai gereja dan sekolah di Banyuwangi. Kegiatan Mission Trip tersebut berlangsung selama dua hari yang dimulai pada, Selasa (28/06/20220) sampai Rabu (29/06/2022).

Setelah terselengaranya setiap kegiatan tersebut, Pdt. Rudi Lempang yang merupakan Pendeta GKAI Tlogosari dan juga sebagi peserta menyampaikan terima kasihnya kepada tim yang telah mangadakan Mission Trip di Banyuwangi.
“Terima kasih atas pelayanannya baik itu seminar guru Sekolah Minggu dan guru-guru agama Kristen dan juga pelatihan multimedia. Kami tentunya sangat berterima kasih atas pelayanan ini dapat berkolaborasi dengan GKAI yang ada disini dan semuanya dapat berjalan dengan baik”, ucapnya.
Selain menyampaikan rasa terima kasihnya, Pdt. Rudi Lempang juga sangat berharap kepada seluruh peserta Seminar dan Workshop Multimedia agar dapat mengembangkan talenta yang Tuhan telah tetapkan dan kuduskan kepada setiap orang percaya demi untuk kepentingan bersama dalam pengembangan pelayanan terkhususnya di pelayanan GKAI.
“Semoga melalui kegiatan ini, semua peserta seminar warga jemaat GKAI dan hamba-hamba Tuhan semakin hari semakin dapat mengembangkan talenta yang Tuhan telah kuduskan untuk melayani Tuhan. Dan kiranya semakin hari semakin mengabdikan diri dengan Kristus yang telah mengabdikan diri dan telah menyerahkan diri-Nya, karena Kristus datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan itulah pelayanan. Kiranya melalui seminar ini, yang berlangsung selama dua hari dapat membawa para peserta seminar dan bahkan hamba-hamba Tuhan yang mengikuti benar-benar oleh kasih Kristus yang menguasai akan mendorong untuk hidup tanpa kepentingan sendiri, tetapi hidup bagi Kristus yang sudah mati dan bangkit untuk kita semua”, jelasnya.
Pdt. Rudi Lempang juga dengan tegas menyampaikan bahwa melalui kegiatan dari setiap sesi ini, GKAI di Banyuwangi dapat mengalami perubahan pelayanan yang lebih baik dari sebelumnya.
“Semoga hari esok pelayanan GKAI melalui seminar ini lebih lain lagi dari yang kemarin. Apabila hari esoknya berjalan dengan lebih lain dari yang kemarin dan juga banyak tantangan, kami hanya dapat berkata hanya oleh karena Tuhanlah semuanya itu jadi bagi kemuliaan Tuhan kami Yesus Kristus”, tandasnya.
Selain itu, Ketua Panitia yang juga merupakan Koordinator Bidang Multimedia MD GKAI Jawa Timur bagian Timur, Ev. Endar Tri Purnomo merasa terkesan dengan apa yang telah dilaksanakan oleh tim Mission Trip tersebut. Terkhususnya bagian multimedia, Endar begitu sapaannya terkesan dengan pelatihan multimedia yang memberikan wawasan baru kepada GKAI di Banyuwangi.
“Saya terkesan dengan acara multimedia yaitu karena memberikan wawasan yang baru kepada GKAI Jawa Timur khususnya Banyuwangi. Kiranya untuk gereja-gereja semakin berkembang dengan adanya multimedia atau ilmu yang baru. Ilmu yang baru kita dapat gunakan untuk pelayanan bagi kemuliaan nama Tuhan saja”, ucapnya.
Sebagai Koordinator Bidang Multimedia, Ev. Endar mengharapkan kepada setiap peserta yang telah mengikuti kegiatan tersebut dapat mengaplikasikannya di gereja masing-masing.
“Rencana kami sebetulnya supaya yang sudah mengikuti kegiatan tersebut bisa mengaplikasikannya terlebih dahulu di gereja masing-masing. Kalau nantinya sudah bisa mandiri, bisa diaplikasikannya lewat acara besar atau acara gabungan seperti itu. Karena kita di Banyuwangi ada beberapa organisasi dan juga gabungan dari seluruh gereja yang ada”, pungkasnya.
Ia pun sangat berharap agar ilmu yang peserta telah dapatkan tidak didiamkan saja karena kalau didiamkan akan sangat besar kemungkinannya dilupakan begitu saja.
“Saya secara pribadi sangat berharap agar setiap peserta benar-benar dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka sudah dapatkan, karena kalau didiamkan, maka sangat besar kemungkinannya akan cepat dilupakan. Jadi harus tetap dipelajari terus-menerus sehingga dapat semakin bisa dan pahami langkah-langkahnya”, jelasnya. (A. L. Malo)













