Ketum Pewarna Indonesia Yusuf M Besama Arnold Hasudungan,SH.Mh.Jakarta , Pelitanusantara.com – Menjelang Munas PGLII yang akan di adakan pada bulan Maret 2020 yang akan datang Pada kesempatan ini beberapa awak media yang tergabung dalam Pewarna (Pesatuan Wartawan Nasrani) Indonesia dapat bertemu dengan salah seorang Tokoh Muda yang juga saat ini menjadi Salah satu Pengurus PGLII Pusat komisi hukum dan HAM yaitu Arnold Hasudungan di Mall Grand Slipi tepatnya daerah Jakarta barat,Jumat (21/02/2020).
Arnold Hasudungan S.H, M.H., yang berprofesi Sebagai Pengacara dan saat ini juga Menjabat Sekretaris Jenderal Perhimpunan Profesi Hukum Kristiani Indonesia (PPHKI). dalam permbincangan santai ketika diminta pendapatnya mengenai peluang generasi muda memimpin PGLII kedepan menjelang MUNAS PGLII bulan Maret 2020. mengatakan ” Saya melihat masa kepemimpinan Bapak Ronny Mandang sebagai ketua Umum telah memberikan Keteladanan yang sangat Baik dalam memberikan Kesempatan Anak – anak Muda untuk dalam pelayanan dan berkiprah di dalam ke pengurusan PGLII saat ini, saya ingat sekali Ketika Penyusunan Kepengurusan PGLII saat Beliau Menjadi Ketua Umum dimana saya diminta secara langsung oleh Bapak Ronny Mandang untuk menjadi Pengurus dalam komisi Hukum PGLII itu lima tahun yang lalu, artinya beliau memberi porsi kepada kepada anak – anak muda yang masih berusia 40 an yang untuk berkiprah secara aktive dalam kepengurusan PGLII pada periode ini ” . Ketika Pelitanusantara.com menanyakan Bagaimana Peluang Anak – Anak Muda Dalam Memimpin PGLII kedepan, menurut Beliau Bahwa ” Para Senior – Senior atau Bapak – Bapak Rohani yang ada di PGLII Sudah memiliki Keteladanan yang Baik dengan memberikan Peran lebih Banyak kepada Anak – anak muda untuk berkiprah dalam Pelayanan di kepengurusan PGLII saat ini, dan uniknya di PGLII para Tokoh – Tokoh PGLII sudah mempersiapkan Generasi – Generasinya untuk berkiprah di PGLII, Contohnya Ketum Umum Pdt. Ronny Mandang sudah melibatkan putranya dalam setiap kegiatan – kegiatan Pelayanan PGLII, dan Pdt Reza Sigarlaki Anak dari Pdt Ronny Sigarlaki dan masih banyak lagi yang lainnya. jadi jika dilihat maka Bisa saja Bahwa ada Tokoh – Tokoh Muda yang akan memimpin PGLII kedepan” Imbuhnya Lagi
Saat di tanyakan Kiprah PGLII Selama ini Arnold mengatakan bahwa selama ini PGLII lebih kepada hal melaksanakan Pelayanan yang dilakukan secara Nyata dengan Aksi secara Langsung contohnya seperti ketika Ketua Umum turun langsung ke Tolikara, saya hadir sebagai komisi hukum dan HAM juga turut mendampingi ketua umum melakukan kunjungan pastoral kepada pendeta Pdt. Dorman Wandikbo, Presiden Gereja Injili di Indonesia (GIDI) dan langsung turun kelapangan dan menurut saya ini adalah keteladanan yang baik, hal tersebut harus diteruskan oleh generasi muda. Arti nanti dipengurusan yang baru harus lebih berani lagi, lebih agresif lagi karena Pak Ronny Mandang dari sisi keterbatasan sempat sakit akhirnya sempat vakum beberapa saat, akan tapi ketika sembuh secara Ajaib, artinya Pelayanan beliau Masih sangat -sangat dibutuhkan di PGLII. oleh karena itu diharapkan komposisi Kepengurusan PGLII yang akan datang bukan saja perimbangan usia Tokoh Senior dan Tokoh muda akan tetapi juga mempertimbangan kewilayahaan seperti mewakili Indonesia Timur, Barat dan Juga Indonesia Tengah.
Apalagi Bahwa jika dilihat keberhasilan Tokoh – tokoh muda PGLII ketika Even General Assembly World Evangelical Alliance (GA WEA) yang digelar sejak tanggal 7 s/d 12 November 2019 di Sentul International dimana Pdt. Dr. Anton Tarigan Sebagai Ketua Panitia GA WEA dan salah satu pembicaranya adalah Pdt Reza Sigarlagi yang juga putra Pdt. Ronny Sigarlaki, dan beliau – beliau itu termasuk Tokoh – Tokoh muda yang duduk di pengurusan PGLII Periode ini, apalagi kegiatan tersebut di ikuti oleh Ratusan Negara dan Menurut hasil Quisener dari para peserta yang ikut menyatakan sangat puas sekali dengan pelayanan yang sudah dilakukan oleh Panitia Pelaksana, jadi kesimpulannya bahwa para Senior – senior sudah mempersiapkan Generasi – Genarasi Muda dalam era mellenial ini, akan tetapi pertanyaan apakah nanti dalam munas PGLII para peserta yang memiliki Hak Suara memberikan kesempatan kepada anak – anak Muda untuk berkiprah lebih besar lagi di dalam Tubuh PGLII ya kita lihat saja nanti, dan diharapkan juga kepemimpinan PGLII kedepan harus Ramah dan Bersahabat dengan Media – media katanya lagi sambil menutup perbincangan santai itu (Kfs)













