Sekolah Tatap Muka di Palembang Mulai Januari 2021

Rapat
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Palembang, Pelitanusantara.com  – Aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah di Kota Palembang akan dilaksanakan secara tatap muka mulai Januari 2021.

“Jadi, minggu kedua pada bulan Januari 2021, sekolah akan kita buka kembali. Hal ini tadi juga sudah kita bahas bersama Satgas,” kata Wali Kota Palembang Harnojoyo, usai rapat membahas hal ini, bersama gugus tugas dan instansi terkait, di rumah dinasnya, Selasa (22/12/2020).

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Selama pandemi Covid-19, pelajar di Palembang melaksanakan belajar secara daring atau online.

Harnojoyo juga mengatakan, dalam rapat tersebut, ada beberapa kesimpulan yang menjadi syarat bagi sekolah untuk dapat membuka kembali pembelajaran secara tatap muka.

“Yang pasti syarat teknisnya, yaitu sekolah harus betul betul siap terkait protokol kesehatan, dan kesiapan ini akan ditinjau langsung oleh tim khusus,” ujar Harnojoyo.

Tim tersebut segera dibentuk untuk memastikan pihak sekolah betul-betul siap dengan displin protokol kesehatan. Antara lain memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Sekolah (sistem belajar, red) juga akan kita buat sistem shift, guna menghindari kerumunan,” kata Harnojoyo.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto, mengatakan, dibukanya kembali pembelajaran secara tatap muka di sekolah untuk merespons langkah Kementerian Pendidikan.

“Jadi, sekolah akan kembali kita buka. Tetapi tidak semua sekolah dibuka tanpa persiapan protokol kesehatan,” ujar Zulinto.

Ia menyebutkan, minggu pertama Januari 2021 adalah persiapan dan minggu kedua baru proses belajar mengajar. Diknas Palembang juga akan meminta surat pernyataan dari wali atau orang tua.

Zulinto mengatakan, pihaknya juga akan meminta surat pernyataan dari orang tua siswa dengan tanda tangan di atas materai, terkait kesediaan anaknya ikut sekolah tatap muka. Jika banyak wali murid tidak bersedia, sekolah tatap muka juga tidak bisa dilaksanakan. Tentu saja, sekolah akan dibuka jika memenuhi protokol kesehatan yang ketat.

“Semua kegiatan sekolah, seperti kantin, kegiatan olahraga serta ekstra kurikuler, itu akan kita tiadakan. Dan kita murni pembelajaran dengan waktu 20 menit untuk setiap mata pelajaran,” Zulinto menerangkan.

Terkait waktu kepulangan sekolah, akan dibatasi hingga pukul 10.00 WIB ataupun pukul 11.00 WIB.”Mereka akan kita pulangkan bergelombang. Jadi, nanti satu minggu pertama itu akan kita coba simulasi dahulu,” demikian Zulinto.