Penataan Pasar Baru Diharapkan Dongkrak Daya Saing Pedagang Tradisional di Tengah Persaingan Modern
KOTA BEKASI – Penataan kawasan Pasar Baru yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Bekasi tidak hanya diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing pedagang tradisional di tengah berkembangnya pusat-pusat perbelanjaan modern.
Selama ini, banyak pedagang menjalankan aktivitas usaha di area luar pasar yang terbatas dari sisi kenyamanan maupun fasilitas pendukung. Kondisi tersebut dinilai kurang ideal untuk mendukung perkembangan usaha dalam jangka panjang, terutama di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang semakin menuntut kenyamanan dan kemudahan akses.
Melalui program penataan kawasan, para pedagang kini diarahkan untuk menempati kios dan lapak yang tersedia di dalam gedung Pasar Baru. Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas perdagangan dapat berlangsung di lingkungan yang lebih tertata sekaligus memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik bagi masyarakat.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa penataan bukanlah kebijakan yang bertujuan mengurangi ruang usaha pedagang. Sebaliknya, pemerintah ingin menciptakan kondisi yang memungkinkan pelaku usaha kecil berkembang dalam lingkungan perdagangan yang lebih representatif.
Menurutnya, pasar tradisional masih memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Namun agar tetap mampu bersaing, kawasan pasar perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai dan lingkungan yang nyaman bagi pengunjung.
Karena itu, selain menata lokasi berdagang, pemerintah juga melakukan berbagai pembenahan fasilitas pendukung. Perbaikan drainase dilakukan untuk mengurangi potensi genangan, penerangan kawasan ditingkatkan guna memberikan rasa aman, sementara jalur pedestrian dibenahi agar akses menuju pasar menjadi lebih nyaman bagi masyarakat.
Penataan tersebut diharapkan mampu menarik kembali minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, peluang usaha para pedagang pun diyakini akan semakin terbuka.
Di sisi lain, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik. Adaptasi para pedagang terhadap lingkungan usaha yang baru serta dukungan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas pasar yang telah ditata menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan program tersebut.
Pasar Baru selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan rakyat yang memiliki sejarah panjang di Kota Bekasi. Dengan wajah baru yang lebih tertata dan fasilitas yang lebih baik, kawasan tersebut diharapkan mampu mempertahankan perannya sebagai pusat ekonomi masyarakat sekaligus menjawab tuntutan perkembangan kota yang semakin modern.
Bagi para pedagang, perubahan yang sedang berlangsung bukan sekadar perpindahan lokasi usaha. Lebih dari itu, penataan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas perdagangan, memperluas peluang usaha, dan membangun masa depan ekonomi yang lebih baik di jantung Kota Bekasi.
(Romo Kefas)













