Penataan Pasar Baru Dimulai, Pemkot Bekasi Targetkan Jalan Juanda Kembali Ramah bagi Pejalan Kaki

IMG 20260622 WA0149
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Penataan Pasar Baru Dimulai, Pemkot Bekasi Targetkan Jalan Juanda Kembali Ramah bagi Pejalan Kaki

BEKASI – Kawasan Pasar Baru dan Jalan Ir. H. Juanda yang selama puluhan tahun identik dengan kepadatan aktivitas perdagangan kini mulai memasuki babak baru. Pemerintah Kota Bekasi melakukan penataan kawasan secara bertahap dengan tujuan mengembalikan fungsi ruang publik sekaligus menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih tertib dan nyaman.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Penataan tersebut ditandai dengan relokasi para pedagang yang selama ini berjualan di trotoar maupun badan jalan ke area yang telah disediakan di dalam Pasar Baru Bekasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi kesemrawutan yang selama bertahun-tahun menjadi pemandangan sehari-hari di salah satu koridor utama Kota Bekasi tersebut.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menilai kawasan Jalan Juanda memiliki nilai historis dan strategis yang penting bagi perkembangan kota. Namun seiring bertambahnya aktivitas perdagangan, fungsi jalan dan trotoar perlahan mengalami pergeseran sehingga mengurangi kenyamanan masyarakat pengguna ruang publik.

“Sudah puluhan tahun kawasan ini berjalan dengan pola yang hampir sama. Saat ini pemerintah berupaya menghadirkan perubahan agar kawasan perdagangan tetap hidup, namun tertata dan lebih nyaman untuk semua pihak,” ujarnya saat meninjau lokasi penataan, Senin (22/6/2026).

Menurut Tri, relokasi pedagang bukanlah bentuk pembatasan aktivitas ekonomi masyarakat. Sebaliknya, pemerintah berusaha menyediakan tempat usaha yang lebih layak agar aktivitas jual beli tetap berlangsung tanpa mengganggu fungsi jalan maupun hak pejalan kaki.

Selain penataan pedagang, sejumlah pekerjaan infrastruktur juga mulai dilakukan. Pemerintah melakukan pembenahan saluran drainase, normalisasi aliran air, pemasangan penerangan jalan, hingga perbaikan fasilitas pendukung di kawasan pasar. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi persoalan genangan air sekaligus meningkatkan kenyamanan lingkungan sekitar.

Trotoar yang selama ini banyak digunakan untuk aktivitas perdagangan juga akan dikembalikan sesuai fungsinya sebagai jalur pejalan kaki. Pemerintah berharap keberadaan trotoar yang aman dan nyaman dapat mendorong meningkatnya mobilitas warga serta menciptakan wajah kota yang lebih tertata.

Tak hanya berhenti pada kawasan pasar, penataan juga akan terintegrasi dengan pengembangan ruang publik di sekitar Jalan Juanda, termasuk revitalisasi Lapangan Margahayu. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat aktivitas masyarakat yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

Pemerintah Kota Bekasi meyakini bahwa kawasan perdagangan yang tertata akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain meningkatkan kenyamanan, penataan juga diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung sehingga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi para pedagang dan pelaku UMKM.

Meski demikian, tantangan terbesar setelah relokasi adalah menjaga konsistensi penataan. Pemerintah berkomitmen melakukan pengawasan secara berkelanjutan agar trotoar dan badan jalan tidak kembali digunakan untuk aktivitas yang mengganggu kepentingan umum.

Dengan berbagai pembenahan yang sedang berlangsung, kawasan Pasar Baru dan Jalan Juanda diharapkan mampu bertransformasi menjadi pusat perdagangan yang modern, tertib, dan lebih manusiawi, tanpa menghilangkan peran pentingnya sebagai salah satu kawasan ekonomi bersejarah di Kota Bekasi.

(Romo Kefas)