9 Hari Menahan Peluru di Punggung, Satpam Dapur MBG di Medan Berjuang Menanti Operasi

IMG 20260525 WA0023
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

9 Hari Menahan Peluru di Punggung, Satpam Dapur MBG di Medan Berjuang Menanti Operasi

Medan – Nasib pilu dialami Guntur Sugoro (41), seorang petugas keamanan (satpam) di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Medan. Selama sembilan hari terakhir, ia harus menahan rasa sakit akibat peluru yang masih bersarang di punggungnya setelah menjadi korban dugaan percobaan pembegalan di wilayah Desa Cinta Rakyat, Kabupaten Deli Serdang.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Peristiwa itu terjadi pada Senin malam (11/05/2026) saat Guntur sedang dalam perjalanan menuju rumah rekannya. Di tengah perjalanan, ia diduga dihadang oleh lima orang tak dikenal yang disebut membawa senjata tajam dan berusaha menghentikan laju kendaraannya.

Dalam kondisi panik dan khawatir menjadi korban begal, Guntur memilih tetap melaju untuk menyelamatkan diri. Namun upaya tersebut justru berujung petaka. Dari arah belakang, korban diduga diserang menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka bacok pada bagian tubuhnya.

Tak hanya itu, korban juga terkena tembakan yang diduga berasal dari senapan angin. Hingga kini, proyektil tersebut masih tertanam di bagian punggungnya dan belum berhasil diangkat.

Saat ini Guntur menjalani perawatan di RS Pirngadi Medan. Namun kondisi ekonominya menjadi hambatan besar dalam proses pengobatan. Menurut pengakuannya, tindakan operasi untuk pengangkatan peluru belum bisa dilakukan karena terkendala biaya dan disebut tidak sepenuhnya ditanggung BPJS.

Sebagai pekerja yang baru sekitar dua bulan bekerja sebagai satpam dapur MBG, penghasilannya dinilai belum cukup untuk menutupi kebutuhan operasi serta biaya pemulihan medis.

Dalam kondisi lemah dan penuh keterbatasan, Guntur kini tengah mengurus surat keterangan tidak mampu dengan harapan dapat memperoleh bantuan pembiayaan agar operasi segera dilakukan.

Kisah yang dialami Guntur pun memantik simpati masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warga berharap ada perhatian dari pemerintah daerah, instansi sosial, maupun para dermawan agar korban segera mendapatkan tindakan medis yang layak.

“Semoga ada bantuan dan jalan keluar agar korban bisa segera dioperasi dan kembali sehat,” tulis salah satu warga di media sosial.

Kasus ini juga kembali menjadi pengingat keras tentang masih maraknya aksi kriminal jalanan yang membahayakan masyarakat. Warga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut pelaku penyerangan tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Di tengah rasa sakit yang terus dirasakan, Guntur hanya berharap dapat segera menjalani operasi dan kembali pulih untuk mencari nafkah bagi keluarganya.

(Sumber : Pelitanusantara.com / Isbah Cholib)