Danbrigif TP 32/Mangkalihat Pantau Langsung Latihan Menembak, Tekankan Pentingnya Kesiapan dan Profesionalisme Prajurit

IMG 20260615 WA0099
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Danbrigif TP 32/Mangkalihat Pantau Langsung Latihan Menembak, Tekankan Pentingnya Kesiapan dan Profesionalisme Prajurit

Kutai Timur – Upaya membentuk prajurit yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan operasi terus menjadi perhatian Brigade Infanteri TP 32/Mangkalihat. Komitmen tersebut terlihat saat Komandan Brigif TP 32/Mangkalihat, Kolonel Inf Agussalim Tuo, S.H., M.I.P., turun langsung meninjau pelaksanaan Latihan Menembak Reaksi Lanjutan (Baksilan) Triwulan II di Lapangan Tembak Usman Harun, Lanal Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Kehadiran Danbrigif di lokasi latihan bukan sekadar menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi prajurit yang tengah mengasah kemampuan dasar kemiliteran. Menurutnya, latihan yang dilakukan secara konsisten merupakan fondasi utama dalam membangun kesiapan tempur yang profesional dan terukur.

Dalam arahannya kepada para peserta, Kolonel Agussalim Tuo menegaskan bahwa kemampuan menembak adalah salah satu kompetensi fundamental yang harus terus diasah oleh setiap prajurit. Penguasaan teknik, ketepatan, dan pengendalian diri menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

“Latihan bukan sekadar memenuhi program kerja, tetapi merupakan proses untuk memastikan setiap prajurit memiliki kemampuan yang siap diterapkan kapan pun negara membutuhkan,” ujarnya di sela peninjauan.

Pelaksanaan Baksilan Triwulan II dirancang untuk menguji sekaligus meningkatkan kemampuan reaksi personel dalam menghadapi berbagai simulasi yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan koordinasi. Melalui pola latihan yang berkesinambungan, diharapkan setiap prajurit mampu mempertahankan standar profesionalisme yang tinggi.

Selain aspek teknis, Danbrigif juga memberikan penekanan pada pentingnya disiplin selama pelaksanaan latihan. Menurutnya, keberhasilan seorang prajurit tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menggunakan senjata, tetapi juga oleh kepatuhan terhadap prosedur, ketelitian, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan situasi dan dinamika tantangan keamanan menuntut setiap personel untuk terus meningkatkan kompetensi. Oleh sebab itu, latihan harus dimaknai sebagai investasi kemampuan yang akan menjadi bekal dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian latihan dilaksanakan dengan memperhatikan standar keamanan dan prosedur yang berlaku. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh agar setiap prajurit dapat mengetahui aspek yang perlu ditingkatkan sekaligus mempertahankan kemampuan yang telah dimiliki.

Bagi Brigif TP 32/Mangkalihat, pembinaan kemampuan menembak menjadi bagian dari strategi membangun satuan yang adaptif dan siap menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan. Kesiapan individu diyakini akan berkontribusi pada kekuatan kolektif organisasi dalam menjalankan setiap misi yang dipercayakan.

Di akhir kegiatan, Danbrigif mengajak seluruh prajurit untuk terus menjaga semangat belajar dan tidak pernah merasa puas dengan kemampuan yang telah dimiliki. Menurutnya, prajurit yang unggul adalah mereka yang senantiasa berlatih, mengevaluasi diri, dan meningkatkan kualitas secara berkelanjutan.

Peninjauan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kepemimpinan di Brigif TP 32/Mangkalihat tidak hanya hadir melalui arahan, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam proses pembinaan personel. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan terbangun budaya profesionalisme yang kuat di seluruh jajaran satuan.

Bagi Brigif TP 32/Mangkalihat, setiap latihan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan proses membentuk naluri, ketangguhan, dan kesiapan prajurit agar mampu menjalankan amanah negara dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan dedikasi kapan pun dibutuhkan.

Jurnalis : Romo Kefas
Editor : Tim Redaksi