KISAH INVASI MAJAPAHIT KE TEMASIK

Kefaspelita
Download (8)
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Pelitanusantara.com Ada banyak hikayat maupun buku-buku sejarah asal Malaysia maupun Singapura yang mengisahkan tentang invasi Majapahit ke Temasik [Sekarang bernama Singapura] , dan isinyapun bermacam-macam  versi.

Dan salah satu buku yang mengisahkan mengenai invasi Majapahit adalah buku yang berjudul “The Malay Annals”

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Invasi Majapahit ke Temasik dimulai ketika Kerajaan Temasik diperintah oleh raja  Paduka Sri Wikrama (1347-1362), keamanan kerajaan itu dijamin oleh Dinasti Yuan yang berpusat di Cina daratan, dimasa itu pula, Singapura memiliki 400 Kapal perang baik yang kecil dan besar bahkan memiliki benteng pertahanan yang kokoh.

Sebagai sekutu Mongol di Asia Tenggara, ketangguhan Singapura kala itu memang luar biasa, terbukti dari kegagalan Siam (Thailand) ketika hendak menaklukan Temasik pada 1349 Masehi.

Armada Siam yang terdiri dari 70 Kapal perang itu diporakporandakan oleh Armada tempur Temasik.

Disisi lain, Majapahit yang juga merupakan musuh dari Dinasti Yuan menganggap Persekutuan Temasik dengan Dinasti Yuan (Mongol) dikepulauan Melayu akan membahayakan kelangsungan hidup dan matinya Kerajaan Majapahit.

Oleh karena itu, Prabu Hayam Wuruk (1350-1389) memerintahkan Mahapatihnya Gajah Mada untuk memaksa Temasik keluar dari persekutuannya dengan Dinasti Yuan dan menjalin persahabatan dengan Majapahit.

Bukannya menerima tawaran Majapahit, utusan Majapahit yang menyampaikan surat kepada Paduka Sri Wikrama justru dipermalukannya, bahkan dengan percaya dirinya, Raja Temasik justru mengirimkan surat balasan yang isinya “Akan menggunduli rambut Raja Majapahit jika berani menyerang Temasik”.

Surat balasan semacam itu jelas membuat Hayam Wuruk dan Gajah Mada murka, oleh karena itu, Majaphit mengirimkan armada tempurnya untuk membungkam Temasik.

Mulanya, Majapahit menerjunkan 100 Jung Perang dan ratusan kapal kecil yang mengiringi Jung-Jung Majapahit itu, sesampainya di laut Temasik terjadi pertempuran yang sengit diantara kedua belah pihak.

Kala itu, Pasukan Majapahit kawalahan sebab Singapura secara persenjataan dan militer ditopang oleh orang-orang Mongol Dinasti Yuan yang bercokol di daerah itu.

Pertempuran laut itu terjadi selama tiga hari tiga malam, mengakibatkan Majapahit kewalahan dalam menghadapi Pasukan Temasik yang terdiri dari 400 kapal Perang.

Menghadapi keadaan yang semacam itu, maka untuk mewujudkan cita-cita penaklukan Singapura, Majapahit mengundurkan diri dari pertempuran, tujuannya mengatur ulang siasat yang akan diterapkan.

Kala itu Majapahit belum tahu jika kekuatan Armada tempur Temasik sangat besar.

Pada tahun 1398, Ketika Singapura diprintah oleh Prameswara (Kelak Menjadi Iskandar Syah, Pendiri Kerajaan Malaka) yang menjabat dari Tahun 1387-1398, Majaphit kembali mengirimkan Armada tempurnya ke Temasik, kali ini Majapahit mengirimkan 300 Kapal Besar (Jung) yang diiringi oleh 100 kapal kecil (Jukung).

Dalam pertempuran kali ini, barulah armada laut Temasik dapat diporakporandakan Majapahit.

Meskipun armada laut Temasik dapat dihancurkan, Pasukan Majapahit yang terdiri dari 200.000 tentara, kesulitan dalam menjebol Benteng yang mengelilingi Ibu Kota Kerajaan Temasik, sehingga selama satu Bulan pasukan Majapahit belum mampu menembus benteng.

Mendapati keadaan itu, Panglima Perang Majapahit memutar taktik, ia mendekati salah satu Pejabat Kerajaan Temasik yang kedapatan mempunyai dendam pada Pramuswara.

Pejabat Temasik itu disuap dan dijanjikan akan menjadi penguasa di Singapura apabila Singapura dapat ditaklukan Majapahit.

Benar saja selepas Pejabat Temasik itu disuap, ia membuka salah satu pintu gerbang Benteng sehingga dengan mudah Prajurit Majapahit merangsek masuk ke Ibu Kota Kerajaan. Disisi lain, tentara dan rakyat Temasik yang sebelumnya kelaparan karena kurangnya suplai makanan akibat dikepung, tak kuasa menghadapi tentara Majapahit yang dikenal tangguh. Prajurit Temasik kala itu menjadi bulan-bulanan tentara Majapahit, mereka dihabisi tampa ampun.

Mendapati benteng telah dijebol dan mendapati tentara Majapahit dapat menguasai Kota Raja, Prameswara didampingi oleh beberapa pengawal setianya melarikan diri dari Temasik. Ia lari menggunakan kapal laut yang telah disediakan sehingga akhirnya sampai di suatu tempat yang nantinya di namai “Malaka”.

Dikemudian hari Prameswara raja pelarian Temasik itu memeluk agama Islam dan untuk kemudian mendirikan Kesultanan Malaka.

Dari Berbagai Sumber