Kapolda DIY, Sambangi Petani Milenial Asal NTT di Wilayah Sleman.

Kefaspelita
IMG 20221102 WA0191
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

SLEMAN – Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta, Irjen Pol.Suwondo Nainggolan,S.I.K., M.H, di dampingi Tim mentor pertanian, mengunjungi lahan petani milenial yang di kelola oleh pemuda/mahasiswa asal NTT, diwilayah, Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Rabu (2/11/2022).

Kunjungan Kapolda DIY tersebut, sebagai bentuk apresiasi terhadap pemuda/mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur yang tidak hanya belajar secara teori dibangku kuliah, tetapi ingin mempraktekkan dan mengembangkan diri melalui pertanian.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Koordinator Petani milenial NTT, Gaga Sallo dan Melkior Tamu, kepada Kapolda dan para peserta
yang hadir dilokasi dilahan pertanian, menjelaskan bahwa, saat ini lahan yang kami kelola seluas 1 hektare dengan sistim sewa guna lahan dan seluruhnya kami tanami cabe varian cabe rawit, dikelola oleh 15 orang pemuda asal NTT, yang dikenal sebagai ( Petani Milenial NTT) sebagian besar masih kuliah ada yang sudah lulus dengan latar belakang keilmuan yang berbeda, ada yang jurnalis, psikologi, ada juga yang jurusan pertanian dan lain-lain, dengan mentor yang juga masih melenial, bernama Arman , asal Pati-Jawa Tengah.

Menurut Gaga Sallo, saat pandemi covid-19, kami memilih untuk mencoba bertani, dengan segala keterbatasan yang ada, kami belajar menjadi petarung dibidang pertanian, sehingga suatu saat kembali , kami bisa mengembangkan diri dan mengembangkan wilayah kami di NTT.

Sementara itu, Kapolda DIY dalam kesempatan yang sangat langka, berbincang , berdiskusi di lahan pertanian , area terbuka dan dalam suasana yang santai, mengatakan kami dan tim mentor yang kami hadirkan disini sedang mengelola 2000 hektare lahan tanah tandus di wilayah NTT tepatnya di Bolog, Kupang Barat, Kabupaten Kupang , dan bila kalian mau, bisa bergabung bersama tim kami untuk mengelola lahan tersebut , kami siapkan semua biayanya baik transport dan biaya hidup selama 3 bulan disana, tapi harus dengan niat yang sunguh-sunguh untuk melajar bertani secara benar dengan tantangan yang ada.

Jadi kalian di Yogyakarta dalam rangka mempersiapkan diri dan mendapatkan ilmunya, kemudian kembali ke Nusa Tenggara Timur untuk membangun disana, karena kedepan Nusa Tenggara Timur akan menjadi hebat dalam bidang pertanian, dan bila kalian tidak memanfaatkan waktu-waktu ini untuk melajar , maka kalian hanya akan menjadi penonton, ujar Kapolda DIY.

Kami sedang menguji coba pertanian di di lahan yang tadinya sangat tandus, dan sekarang sudah memasuki masa tanam pertama, dan akan masuk di musim tanam tahap kedua, kami melakukan uji coba untuk masa tanam 3 kali dalam setahun , yang selama ini pada umumnya diwilayah NTT hanya mengenal satu kali masa tanam dalam setahun.

Kalo di wilayah lain di NTT seperti Flores itu tanahnya subur , tapi yang kami kelola saat ini tanahnya tandus seperti di Bolog , Kupang Barat – NTT, lahan yang kita manfaatkan baru 30 hektare dari luas lahan 2000 hektare yang tersedia , dengan pengelolaan dan sistim yang moderen sehingga bisa panen tiap minggu saat ini, tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda DIY memberi tantangan kepada petani milenial asal NTT di Yogyakarta untuk belajar teknologi pertanian yang sedang dikembangkan di Bolog , Kupang Barat- Nusa Tenggara Timur, dengan menanggung seluruh biaya akomodasi selama tiga bulan belajar dan berlatih sebagai petani moderen, dan kita mau lihat kesungguhan dan daya juang petani milenial asal NTT yang sedang study di Yogyakarta dan benar-benar ingin belajar tentang pertanian, kalo sudah belajar dan lulus , dari sana kita akan kirim ke Bangka untuk melihat pertanian yang sedang kami kembangkan dengan teknologi yang lebih modern , pungkas Irjen Pol.Suwondo Nainggolan,S.I.K., M.H.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolres Sleman, AKBP Imam Rifai., Kapolsek Mlati, Kompol Andhies dan jajaran , para sesepuh NTT, Jhon S. Keban, Daniel Damaledo, David Doko, Yupiter Ome, Moris Saruhama, para petani milenial asal NTT/penggarap lahan pertanian dan teman teman lainnya. (Ome)