Duta Besar Australia , Melakukan Kunjungan Kerja Di Kabupaten Sleman.

Kefaspelita
IMG 20220912 WA0125
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

SLEMAN – Duta Besar Australia untuk Indonesia , Penny Williams beserta rombongan melakukan kunjungan ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka monitoring dan evaluasi program hibah air minum dan sanitasi dari Pemerintah Australia.

Dubes Australia dan rombongan diterima Bupati Sleman, berkunjung kerumah warga penerima manfaat hibah air minum dan sanitasi , bertempat di Dusun Mudal, Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Senin,(12/9/2022).

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Pemerintah Australia telah beberapa kali menyalurkan bantuan hibah air minum dan sanitasi kepada Pemerintah Kabupaten Sleman, meliputi :
Pertama, program air minum perkotaan tahun 2013 dan 2014 untuk 2000 penerima manfaat bagi masyarakat, dengan hibah sebesar (Rp.4.000.000.000.-)
Kedua, program air minum berbasis kinerja tahun 2021-2024 dengan dana hibah (Rp.6.996.000.000.-) dengan pelaksana teknis PDAM Sleman.

Ketiga, program hibah SAIIG tahun 2016-2020 untuk pembangunan sanitasi sebanyak 2.387 penerima manfaat, untuk sambungan air limbah dengan sistim pengelolaan terpusat dan telah mendapatkan Reimburse sebesar ( Rp.10.821.000.000.-)

Bupati Sleman ,Kustini Sri Purnomo, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas bantuan hibah yang telah diberikan oleh Pemerintah Australia dan berharap melalui upaya ini masyarakat Sleman semakin sejahtera.

Selain itu, Bupati Sleman menyampaikan bahwa sejak tahun 2021 akses air minum di Kabupaten Sleman telah mencapai 100%, dimana terdapat 20,60% merupakan jaringan perpipaan, sementara 79.40% jaringan non perpipaan.

Jaringan perpipaan dikelola PDAM Tirta sembada, sedangkan jaringan perpipaan pedesaan di kelola masyarakat melalui, sisitim penyediaan air minum perpipaan pedesaan dan sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS), tutur Kustini Sri Purnomo.

Bupati Sleman Menuturkan, bahwa sampai tahun 2022 Kabupaten Sleman telah memiliki 63 desa PAMSIMAS tersebar di 16 Kapanewon, sementaara jaringan non perpipaan berupa sumur gali dimiliki masyarakat secara mandiri.

Akses layak dan aman air limbah di Kabupaten Sleman, telah mencapai 98% terdiri atas akses sanitasi layak 76.23%, akses sanitasi aman 21.77%, sementara 2% lainnya merupakan sanitasi belum layak, pungkas Bupati Sleman.

Turut Hadir pada kegiatan tersebut, Forkopimda Kab.Sleman, Forkopim Kapanewon Ngaglik, tokoh masyarakat Dusun Mudal, Desa Sariharjo dan Jajaran PDAM Sleman. (Ome)