DISCOURAGED

Img 20250810 wa0002
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Pelitanusantara.com
Discouraged yang diterjemahkan dengan kecil hati adalah perasaan kecewa atau kehilangan semangat, kondisi psikologis seseorang karena suatu keadaan, perbuatan atau perkataan orang lain. Hari ini kita akan mempelajari pelayanan rasul Paulus di Korintus, dan kita bisa lihat Firman Tuhan yang terdapat dalam Kisah para rasul 18:1-17
Dalam Kisah para rasul 18:9 dinyatakan dengan tegas bahwa pada suatu malam datanglah Yesus secara pribadi kepada Paulus dalam suatu penglihatan serta memberikan dorongan untuk terus maju dalam pelayanan Paulus. “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam.” Demikian sabda Yesus. Jelaslah dari ayat ini bahwa pada saat itu rasul Paulus sedang dilanda rasa takut atau kecil hati.
Seringkali kita membayangkan Paulus sebagai seorang “raksasa Rohani” yang motto hidupnya ialah “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” Filipi 1:21. Dalam keadaan seperti itu kita bayangkan rasul Paulus tidak pernah merasa kecil hati walaupun ada tantangan besar. Pandangan ini harus dikoreksi, sebab Paulus juga seorang manusia biasa sama seperti kita.
Di kota Korintus inilah Paulus mengalami rasa kecil hati dan takut, bahkan dalam 1 Korintus 2:3 ia berkata kepada Korintus – “Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.” Pelajaran yang dapat kita peroleh dari bagian ini ialah – “Tak ada gading yang tak retak.” Artinya kita sebagai manusia yang terbatas, dapat saja merasa lemah dan tidak berdaya. Tak ada sau orangpun yang kebal terhadap hal semacam ini.
Perhatikan pahlawan iman yang kelihatan hebat, namun mengalami discouraged:
Nabi Elia – minta mati sebab sudah tidak kuat lagi melayani sesuai kehendak Tuhan (1 Raja-raja 19:4)
Yohanesn Pembaptis – menyuruh murid-muridnya bertanya kepada Yesus tentang siapakah pribadi Yesus yang sebenarnya. (Matius 11:2-3)
MENGAPA PAULUS MERASA DISCOURAGED
Besarnya beban pelayanan yang dihadapi
Kota Korintus adalah kota terbesar di wilayah Yunani (k.l 750.000 jiwa) dan terjahat. Di puncak bukit ada kuil dewi Aphrodite, dewi cinta bangsa Yunani yang sangat terkenal denga napa yang disebut “hehaere” (pelacur kuil) yang jumlahnya lebih 1000 orang. Kota ini sangat terkenal karena kebejadan moralnya, sampai-sampai semua yang bejad moralnya disebut sebagai “orang Korintus”. Dengan demikian tahu bahwa kuasa gelap sangat dominan dan menghambat pekerjaan Tuhan bertumbuh.
Minimnya hasil yang kelihatan
Memang betul kita harus setia kepada perkara kecil, namun mau melihat hasil pelayanan yang baik tentunya tidak salah. Di kota Korintus ini rasul Paulus ternyata seakan-akan berhadapan dengan tembok baja yang sulit ditembus. Hasil yang diperoleh bukannya tidak ada, tetapi minim sekali apabila dibandingkan dengan tempat-tempat yang lain.
Beratnya perlawanan yang harus dihadapi
Kis 18:6 menjelaskan bahwa pelayanan Paulus di Korintus mendapat perlawanan yang keras dari orang-orang Yahudi di kota itu. Dengan demikian kita tahu bahwa pelayanan Paulus tidaklah berada pada jalan raya yang lebar dan lurus derta bertabur bunga yang harum.
EMPAT HAL YANG TUHAN BERIKAN KEPADA PAULUS
Tuhan memberikan teman sekerja yang kompak
Kis 18:2-4 menyatakan bahwa Paulus bertemu dengan Priskila dan Akwila dan kemuadian pasangan suami istri itu menjadi bagian dalam team pelayanan Paulus. Bukan hanya itu, Kis 18:5 menjelaskan mereka memberikan tempat untuk menginap kepada Paulus. Dengan demikian, sekarang memiliki 4 kawan sepelayanan yang dapat memberikan moril yang kuat. Pkh 4:9-12 memberikan gambaran yang indah tentang manfaat dari persekutuan yang erat.
Tuhan memberi penghiburan khusus
Tuhan Yesus tidak membiarkan Paulus merasa sedih dan tertekan terus, dalam sebuah penglihatan, Tuhan Yesus memberikan penghiburan – “Jangan takut! Teruslah memberitakan Firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.” Kis 18:9-10.
Ada tiga hal yang Tuhan Yesus katakan:
Janji penyertaan-Nya
Janji perlindungan dari aniaya
Janji keberhasilan dalam pelayanan

Tuhan memberikan surprise
Ditengah-tengah perlawanan orang Yahudi yang demikian keras, Paulus mendapat penghiburan yang berupa “very special surprise” dari Tuhan. Hal ini dicatat dalam Kis 18:8 – “Tetapi Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya…”. Ini adalah satu hal yang luar biasa! Kis 18:5-6 menjelaskan bagaimana hebatnya orang-orang Yahudi menentang dan melawan Paulus, sampai-sampai Paulus mengebaskan debu sebagai tanda “menyerah”. Dengan demikian Paulus berpikir bahwa pelayanannya adalah sia-sia belaka alias nol besar.
Krispus, kepala rumah ibadat Yahudi dan keluarganya adalah surprise yang Tuhan berikan. Untuk menjabat sebagai kepala rumah ibadah berbagai tahapan dilewati dan mustahil terima Yesus. Penghiburan tidak sampai disitu Kis 18:8b menjelaskan tentang banyak orang yang menjadi pengikut Yesus di Korintus.
Tuhan mengubah tantangan menjadi kemenangan
Orang-orang Yahudi di Korintus yang tidak menyukai pelayanan Paulus kemudian mencari jalan untuk menghentikan Paulus melalui jalur hukum Roma. Hukum Kerajaan Romawi memberikan naungan kemanan bagi aliran agama tertentu, namun memberlakukan larangan bagi aliran agama yang disebut “religio illicita” (agama yang tidak terdaftar secara sah).
Orang-orang Yahudi berusaha agar supaya gubernur Gallio menjatuhkan vonis bagi Paulus serta mencap ajaran Paulus sebagai religio illicita. Kalau sudah begini ya karier Paulus akan habis. Namun apa yang terjadai?? Tuhan Yesus mengubag tragedy mejadi kemenangan!
Gubernur Galiio enggan menjadi hakim dalam hal bersangkut paut dengan keagamaan (Kis 18:14-15). Kemudian dalam ayat 16 dijelaskan – Gallio mengusir semua orang Yahudi yang busuk hatinya keluar dari ruang pengadilan. Dalam hal ini perhatikan Amsal 21:1 – “Hati raja seperti batang air dalam tangan Tuhan, dialirkan-Nya kemana Ia ingini”.