SEMARANG,PELITANUSANTARA.COM (5/08) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memiliki beberapa gebrakan di dunia pendidikan di Jateng.
Baru-baru ini, Ganjar Pranowo menyelesaikan kasus pungutan liar (pungli) di sekolah.
Dia pun menindak tegas untuk mencopot Kepala SMKN 1 Sale, Rembang.
Tidak hanya menyikat pungli di sekolah, ada beberapa gebrakan Ganjar di lingkungan pendidikan di Jateng.
Gebrakan tersebut antara lain menggratiskan biaya pendidikan, membuat sekolah virtual, mendirikan sekolah di area blank spot, hingga memberi gaji yang layak untuk guru honorer.
Semua gebrakan dan inovasi ini dilakukan, karena Ganjar sadar betul pendidikan adalah kunci untuk meraih bonus demografi dan menyongsong Indonesia Emas 2045.
Menurut Ganjar, bonus demografi dan cita-cita Indonesia Emas 2045 menjadi negara tak akan berarti tanpa disertai sumber daya memadai (SDM) yang memadai.
Oleh karenanya, pendidikan yang berkualitas harus bisa diakses secara mudah, murah dan merata untuk seluruh lapisan masyarakat, di mana pun mereka berada.
“Ke depan, investasi besar-besar harus dialihkan pada pendidikan,” kata Ganjar, belum lama ini.
Hal itu sudah dimulai Ganjar dalam berbagai kebijakan yang dilakukan saat memimpin Jawa Tengah.
Berikut beberapa gebrakan dan inovasi Ganjar di bidang pendidikan:
1. Gratiskan biaya pendidikan
Sejak 2020, seluruh SMA/SMK/SLB Negeri di Jateng dilarang memungut Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) kepada para siswa.
Pada tahun 2022, Pemprov Jateng mengalokasikan anggaran BOP Pendidikan untuk SMA/SMK/SLB Negeri sebesar Rp769.714.070.000.
Sementara, anggaran Bosda sekolah swasta mencapai Rp159.431.400.000.
2. Sekolah asrama gratis SMKN Jateng
Ganjar Pranowo juga mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Jawa Tengah (SMKN Jateng).
Total ada 1.837 lulusan SMKN Boarding Jateng sejak dibuka pada 2014 silam.
80 persennya terserap dunia kerja, sisanya ada yang membuka usaha dan melanjutkan ke perguruan tinggi.
3. Sekolah virtual
Rintisan sekolah virtual telah diluncurkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada 13 Oktober 2020 lalu di SMAN 1 Kemusu Boyolali dan SMAN 3 Brebes.
Sekolah ini menerapkan proses dan jam belajar mengajar yang fleksibel, supaya tidak mengganggu aktivitas utama para siswa yang kebanyakan sudah bekerja.
4. Dirikan tiga sekolah rintisan di wilayah blank spot
Gubernur Ganjar Pranowo membangun sekolah negeri di daerah remote area atau blank spot di Jateng, untuk pemerataan akses pendidikan di wilayah pelosok.
Ketiga sekolah itu: SMAN Tawangmangu (Karanganyar), SMKN Lumbir (Banyumas) serta SMKN Pagentan (Banjarnegara).
5. Gubernur mengajar
Gubernur Mengajar sudah dilakukan Ganjar sejak awal menjabat 2013 silam.
Ganjar berdialog langsung dengan para siswa baik tentang pengetahuan politik, antikorupsi, tanggap bencana, hingga antiradikalisme.
6. Pendidikan inklusif
Pemprov Jateng serius menjamin pendidikan yang setara dan merata bagi seluruh anak di Jateng.
Tak terkecuali bagi difabel.
Selain beberapa hal di tas, Ganjar juga meningkatkan kualitas sekolah vokasi di Jateng.
Selain itu, untuk penguatan pendidikan karakter, Ganjar menerapkan kurikulum pendidikan antikorupsi di sekolah-sekolah di Jateng. (*)













