Pelitanusantara.com | BEKASI – 21 April 2020 Fenomena penumpukan sampah plastik dalam skala Indonesia maupun Kota Bekasi masih menjadi persoalan, teristimewa pada saat-saat seperti ini.
Saat dimana darurat penanggulangan Virus Corona atau Covid19, banyaknya kantong plastik konvensional kerap digunakan sebagai wadah bantuan sosial.
Melihat realitas ini, tentu saja mendorong Pemerintah Kota Bekasi untuk terus berupaya mencari solusi atau cara-cara agar dapat mengurangi penggunaan kantong plastik konvensional.
Bertempat di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kota Bekasi (Stadion Patriot Chandrabaga). Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi didampingi oleh TWUP4, menerima 5000 lusin kantong plastik ramah lingkungan (oxium) dari Gerakan Plastik Akal Sehat untuk Indonesia (PASTI) dan KAWALI.
Ketua Gerakan PASTI, Naning S. Adiwoso, Ketua KAWALI Jawa Barat, Etvin Gunawan, dan Ketua KAWALI Bekasi Raya, Yopi Oktavianto menyerahkan langsung bantuan plastik ramah lingkungan tersebut.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi mengapresiasi bantuan plastik ramah lingkungan tersebut.
“Kita mencari solusi atas penggunaan plastik sebagai wadah bantuan sembako. Hari ini pemerintah bersama KAWALI dan Gerakan PASTI bekerja sama untuk menyediakan wadah bantuan sembako yang ramah lingkungan. Tentunya sangat berterimakasih,” ujar Bapak Rahmat Effendi sebagai walikota Bekasi.
Diketahui plastik ramah lingkungan tersebut menggunakan teknologi Oxium. Dengan formula tersebut, maka terciptalah produk plastik aditif oxo-biodegradable yang dapat mempercepat degradasi molekul dan kimia plastik. Formula eksklusif Oxium terbuat dari mineral yang tersedia secara alami yang tidak beracun, tanpa logam berat. Dalam penguraian plastik pasti terurai mengunakan Oxium sebagai adiktif yang membuat plastik lebih cepat terurai dalam waktu 2 hingga 5 tahun. (BenT, Pelitanusantara.com)













