Pemkab Sleman Menerapkan Lima Hari Sekolah , Mulai Tahun Pelajaran 2023/2024.

yupiterjogja
Img 20230703 092231
Spread the love

SLEMAN-PN NEWS, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Ery Widaryana dan Kebag Protokol dan Komunikasi Pemkab Sleman, Aris Herbandang ,S.IP, M.T, memberikan keterangan kepada media terkait rencana pemberlakuan lima hari Sekolah di wilayah Kabupaten Sleman, bertempat di Pendopo Parasamya Pemda Kabupaten Sleman, Senin (3/7/2023).

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, dalam keterangannya menerangkan, bahwa penerapan lima hari sekolah pada satuan pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Kesetaraan dilingkungan Kabupaten Sleman, mulai berlaku pada tahun pelajaran 2023/2024, hal ini berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 23/2017 tentang hari sekolah, serta pedoman pada Peraturan Presiden nomor 21/2023, tentang hari kerja dan jam kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai, dan Keputusan Bupati nomor 63.3/KEP/KDH/A/2018, tentang hari kerja dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Pengaturan jam kerja lima hari sekolah bagi Aparatur Sipil Negara di satuan pendidikan, setidaknya memenuhi beban kerja 37,5 jam per minggu, dengan ketentuan : hari senin – hari jumat, pukul 07.00-14.00 wib dengan waktu istirahat 1 jam.

Pelaksanaan lima hari sekolah ini bertujuan, untuk menguatkan karakter peserta didik melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan extrakurikuler, serta mengoptimalkan peran Tri Pusat Pendidikan yaitu : lingkungan sekolah, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat, sehingga peserta didik memiliki waktu untuk menjalin aktifitas diluar hari sekolah dan jam sekolah bersama orang tua dan masyarakat. tutur Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana, menjelaskan bahwa penetapan lima hari kerja ini berdasarkan hasil kajian Dewan Pendidikan diperoleh informasi , bahwa ada beberapa pihak yang belum siap dalam pelaksanaan lima hari sekolah yang sudah dilaksanakan di Kabupaten/Kota se DIY.

Hasil kajian dari total 923 responden dari peserta didik terdapat 196 responden atau 21% menyatakan belum siap, karena waktu sekolah akan lebih lama dan pulang lebih sore.

Sementara 904 responden dari orang tua /wali, terdapat 185 responden atau 21% menyatakan belum siap, karena dikuatirkan anak-anak terlalu capek dan konsentrasi tidak optimal.

Hal terkait lainnya ,Kepala Dinas Pendidikan Sleman mengatakan bahwa dari hasil kajian MKKS SMP diperoleh informasi bahwa dari 54 SMP Negeri ,6% diantaranya dinyatakan belum memiliki fasilitas ibadah yang memadai, dan 10%nya menyatakan belum memiliki kantin yang representatif

Menanggapi kendala tersebut diatas, maka disarankan agar peserta didik dapat membawa bekal yang cukup secara mandiri, dan bagi sekolah yang belum memiliki sarana ibadah disarankan untuk dapat memodifikasi salah satu ruangan yang ada untuk digunakan sebagai masjid atau mushola, dan peserta didik disarankan membawa perlengkapan ibadah secara mandiri, pungkasnya,(Ome)

Tinggalkan Balasan

error: Coba Copy Paste ni Ye!!