KPK Sapu Bersih Kantor Pemkab Tulungagung, Tiga Koper Misterius Dibawa Usai Penggeledahan
TULUNGAGUNG — Aroma pengusutan kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung semakin menguat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan intensif selama kurang lebih lima jam di sejumlah ruang strategis, Jumat (17/4/2026).
Hasilnya mencolok. Tim penyidik terlihat keluar dari kompleks kantor pemkab dengan membawa tiga koper besar, memicu spekulasi publik terkait isi barang bukti yang diamankan.
Kedatangan tim KPK yang dikawal aparat kepolisian sejak pagi hari langsung menjadi perhatian. Enam unit mobil operasional berwarna gelap memasuki area kantor sekitar pukul 09.00 WIB, menandai dimulainya penggeledahan di sejumlah titik penting.
Tujuh Ruang Disisir, Fokus pada Proyek dan Anggaran
Penggeledahan tidak dilakukan sembarangan. Penyidik menyasar ruang-ruang yang berkaitan erat dengan pengelolaan proyek dan keuangan daerah, yakni:
- Dinas PUPR (4 ruang)
- Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (2 ruang)
- BPKAD (1 ruang)
Langkah ini mempertegas dugaan bahwa penyidikan mengarah pada praktik penyimpangan dalam proyek dan pengelolaan anggaran.
Tiga Koper Jadi Sorotan
Sekitar pukul 13.50 WIB, tim KPK meninggalkan lokasi. Namun yang paling mencuri perhatian adalah tiga koper besar berwarna hitam dan hijau yang dibawa keluar dari dalam gedung.
Belum ada keterangan resmi mengenai isi koper tersebut, namun dalam praktik penindakan KPK, barang yang diamankan biasanya berupa dokumen penting, alat bukti elektronik, hingga barang bernilai lainnya yang berkaitan dengan perkara.
Buntut OTT, Lingkaran Kasus Makin Melebar
Penggeledahan ini merupakan lanjutan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang sebelumnya menjerat Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya Dwi Yoga Ambal.
Keduanya diduga terlibat dalam praktik pemerasan terhadap belasan kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Dalam penggeledahan sebelumnya, penyidik juga menemukan dokumen yang diduga digunakan sebagai alat tekanan, termasuk surat pengunduran diri tanpa tanggal.
Temuan tersebut memperkuat dugaan adanya sistem tekanan terstruktur di internal pemerintahan daerah.
Aktivitas ASN Tetap Berjalan, Pengamanan Diperketat
Meski penggeledahan berlangsung cukup lama, aktivitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tulungagung tetap berjalan seperti biasa. Aparat kepolisian tampak berjaga di beberapa titik untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Publik Menunggu Transparansi
Hingga saat ini, pihak KPK belum memberikan penjelasan resmi terkait hasil penggeledahan maupun isi koper yang diamankan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik: sejauh mana pengusutan akan berkembang?
Kasus ini kini menjadi perhatian luas, terutama terkait kemungkinan adanya pihak lain yang ikut terseret dalam pusaran perkara.
(Bbg – )













