Gubernur DIY Didampingi Bupati Sleman, Resmikan Pasar Tradisional Perikanan Cangkringa

IMG 20221114 WA0123
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

SLEMAN,Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo melakukan panen dan penyebaran benih udang Galah Sijawa di KPI Mino Lestari Brongkol Argomulyo, sekaligus peresmian Pasar Tradisional Perikanan, Kapanewon Cangkringan, Sleman, Senin (14/11/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DIY, didampingi Bupati Sleman melakukan panen Udang Galah Sijawa atau Udang Galah Produksi Jogja Istimewa, yang merupakan jenis ikan perairan asli Indonesia dan tergolong komoditas ekonomis tertinggi.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Komoditas ini memiliki keunggulan yang terletak pada segi reproduksi, produktivitas serta tahan terhadap penyakit, udang Galah Sijawa merupakan nama yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Seusai panen, Sri Sultan HB X, bersama Bupati Sleman juga menebar benih Udang Galah Sijawa, sebanyak 3.000 benih udang galah disebar di Kolam Kalurahan Argomulyo, dilanjutkan meresmikan Pasar Tradisional Perikanan Cangkringan oleh Gubernur DIY dan peninjauan pasar bersama kelompok Krido Baruno.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Bayu Mukti Sasongka, dalam kesempatan tersebut melaporkan bahwa, Kabupaten Sleman menjadi produsen penyumbang terbesar benih ikan DIY, dengan total produksi
96.000 ton benih ikan pertahun, dengan demikian Kebupaten Sleman menyumbang sebesar 57 persen

Dengan peresmian Pasar Tradisional Perikanan, panen dan penyebaran benih udang yang telah dilakukan, diharapkan Sleman dapat terus berkembang menjadi sentra persediaan benih yang lebih besar, ujarnya.

Dengan pembangunan pasar tradisional ini semoga bisa menjadi sentra niaga hasil perikanan di Kabupaten Sleman, terutama untuk pemasaran benih ikan, ujarnya.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa, pada kurun waktu 2019-2021, produksi benih ikan di Kabupaten Sleman meningkat rata-rata 4,10 persen, peningkatan tersebut didukung oleh peningkatan produksi benih ikan, seperti nila, lele, dan gurami.

Lebih lanjut Bupati Sleman menuturkan bahwa, Kabupaten Sleman juga telah menetapkan wilayah sentra pembenihan ikan untuk meningkatkan produksi benih ikan, selanjutnya program peningkatan benih ikan akan lebih difokuskan pada lokasi tersebut, termasuk di pasar tradisional benih ikan Cangkringan.

Harapannya, dengan diresmikannya pasar tradisional benih ikan Cangkringan, akan mendorong peningkatan produksi benih ikan di Kabupaten Sleman, sekaligus dapat berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan para petani, ujar Kustini Sri Purnomo.

Sementara itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X dalam arahannya menuturkan Pemda DIY ingin mengubah pertumbuhan ekonomi lebih berkembang di tingkat Kecamatan, bahkan di tingkat Desa, hal tersebut diwujudkan dengan pemberdayaan masyarakat yang menjadi fokus utama dengan menciptakan lapangan kerja di Desa.

Sri Sultan Hamengku Buwono X menambahkan, pemberdayaan tersebut harus dimulai dari seluruh perangkat Desa dan didukung organisasi pemuda, seperti karang taruna,pintanya.

Lebih lanjut Gubernur DIY mengatakan, kami akan terus mengawal Danais ini tidak hanya untuk infrastruktur, tetapi juga dapat digunakan untuk pengembangan SDM di Desa-Desa, tuturnya.

Seusai acara seremoni, Gubernur DIY didampingi Bupati Sleman, menyerahkan Sertifikat cara pembenihan Ikan yang baik kepada Unit Pembenihan Rakyat (UPR), Sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) kepada Kelompok Pembudidaya Ikan, dan Sertifikasi Kelayakan Pengolahan, serta menyematkan rompi Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan.(Ome)