Dugaan Penggunaan Dana BUMDes untuk Air Bersih di Langsa Barat Disorot, Pengelolaan Anggaran Dipertanyakan

File 000000007c6c71fb94ed60fa9b2c1450
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Dugaan Penggunaan Dana BUMDes untuk Air Bersih di Langsa Barat Disorot, Pengelolaan Anggaran Dipertanyakan

Langsa – Dugaan penggunaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gampong Pusong (Telaga Tujuh), Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, menjadi sorotan publik. Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebut adanya penggunaan anggaran untuk program penyediaan air bersih serta biaya perawatan armada mobil tangki yang dinilai perlu mendapat penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Informasi tersebut diperoleh dari hasil penelusuran dan konfirmasi yang dilakukan Jurnalis Jihandak Belang, yang menerima keterangan dari salah seorang sumber masyarakat berinisial A pada Selasa (9/6/2026). Sumber tersebut mempertanyakan penggunaan dana BUMDes yang disebut mencapai sekitar Rp72 juta untuk operasional air bersih menggunakan mobil tangki, serta dugaan penarikan dana sekitar Rp15 juta untuk biaya perawatan armada.

Menurut sumber tersebut, selain penggunaan anggaran, struktur kepengurusan BUMDes juga menjadi perhatian karena diduga hanya diisi oleh dua orang pengurus. Kondisi itu dinilai perlu dijelaskan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap tata kelola badan usaha milik desa tersebut.

“Penggunaan dana dan laporan pertanggungjawaban BUMDes seharusnya dapat dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat sehingga tidak menimbulkan tanda tanya,” ujar sumber tersebut.

Dalam upaya memperoleh konfirmasi, Jurnalis Jihandak Belang juga menemui Penjabat (Pj) Geuchik Gampong Pusong (Telaga Tujuh) yang akrab disapa Nyakman di salah satu warung kopi di Kota Langsa.

Menanggapi isu yang berkembang, Nyakman menyatakan bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan kegiatan pada tahun 2025 dan telah melalui proses pemeriksaan oleh Inspektorat.

“Permasalahan itu sudah selesai. Dari pihak Inspektorat juga sudah melakukan audit dan seluruhnya telah diselesaikan, sehingga tidak ada masalah lagi,” ujar Nyakman.

Meski demikian, munculnya kembali pertanyaan dari masyarakat menunjukkan masih adanya kebutuhan akan penjelasan yang lebih rinci mengenai penggunaan dana BUMDes, termasuk alokasi anggaran operasional air bersih, biaya perawatan armada mobil tangki, serta laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan.

Sejumlah kalangan menilai keterbukaan informasi publik menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan BUMDes. Transparansi juga dinilai dapat menghindari berkembangnya spekulasi dan memastikan seluruh penggunaan dana desa dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat dokumen resmi yang dipublikasikan kepada masyarakat mengenai rincian penggunaan anggaran yang dipersoalkan tersebut. Karena itu, klarifikasi lanjutan dari pengelola BUMDes maupun hasil audit resmi dari instansi berwenang diharapkan dapat memberikan kepastian dan menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah publik.

Penulis: Jihandak Belang
Editor: Redaksi