Dugaan Kejanggalan SPJ Festival Gir Sereng Mengemuka, Validitas Bukti Transaksi Dipertanyakan

hdevananda2016
WhatsApp Image 2026 04 06 at 07.57.40
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

PELITANUSANTARA.COM: Probolinggo, 6 April 2026 — Isu mengenai laporan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) kegiatan Festival Gir Sereng Pantai Permata tanggal 8 September 2024 di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo mencuat ke publik setelah ditemukan sejumlah indikasi ketidaksesuaian dalam dokumen administrasi keuangan.

WhatsApp Image 2026 04 05 at 19.51.07Penelusuran awal yang dilakukan oleh pihak independen mengungkap adanya kejanggalan pada bukti transaksi yang dilampirkan dalam laporan kegiatan. Dokumen berupa kwitansi dan nota pembelian dinilai belum memenuhi standar kelaziman sebagai bukti transaksi yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Beberapa dokumen disebut memiliki kesamaan pola, baik dari sisi format maupun penyajian, serta belum dapat diverifikasi kepada pihak penyedia barang dan jasa. Kondisi ini menimbulkan keraguan terhadap keabsahan dokumen yang digunakan sebagai dasar pelaporan penggunaan anggaran.

Temuan tersebut mendorong munculnya desakan agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang, guna memastikan apakah persoalan ini sebatas kekeliruan administratif atau memiliki dimensi yang lebih serius dalam pengelolaan keuangan.

WhatsApp Image 2026 04 06 at 08.14.11Selain itu, perhatian juga mengarah pada pelaksanaan kegiatan Pra Musrenbang yang digelar di luar wilayah Kelurahan Pilang. Pemilihan lokasi tersebut dinilai perlu penjelasan lebih lanjut, khususnya terkait aspek efisiensi anggaran dan kesesuaian dengan ketentuan yang berlaku.

Langkah pelaporan kepada Aparat Penegak Hukum disebut tengah dipersiapkan sebagai bagian dari upaya memperoleh kepastian hukum atas temuan yang ada.

WhatsApp Image 2026 04 06 at 08.13.19Di tengah berkembangnya isu ini, transparansi dan keterbukaan informasi menjadi hal yang dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik. Hingga kini, belum terdapat penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan yang mencuat.

[RED]