Bali Lepas Kontingen Pesparawi Nasional XIV, Semangat Pelayanan dan Persatuan Jadi Bekal Menuju Manokwari

IMG 20260609 WA0019
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Bali Lepas Kontingen Pesparawi Nasional XIV, Semangat Pelayanan dan Persatuan Jadi Bekal Menuju Manokwari

Denpasar, Bali – Suasana penuh harapan dan semangat pelayanan mewarnai Malam Doa Pengutusan Kontingen Pesparawi Provinsi Bali yang akan berlaga pada Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat. Kegiatan yang berlangsung di GPIB Ekklesia, Tuban, ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan peserta sebelum tampil membawa nama Bali di tingkat nasional.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Ratusan peserta, pembina, pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD), tokoh gereja, serta perwakilan pemerintah hadir dalam kegiatan yang dikemas dalam nuansa ibadah dan kebersamaan tersebut. Selain menjadi ajang doa bersama, acara ini juga menjadi sarana mempererat solidaritas antarpeserta yang berasal dari berbagai wilayah di Bali.

Sejumlah penampilan dari kategori lomba yang akan diikuti pada Pesparawi Nasional turut ditampilkan di hadapan para undangan. Mulai dari vokal solo anak, solo remaja putra dan putri, hingga kelompok paduan suara, seluruh peserta menunjukkan hasil pembinaan dan latihan yang telah dijalani selama beberapa waktu terakhir.

Ketua panitia menyampaikan bahwa malam pengutusan merupakan bagian dari tahapan akhir persiapan kontingen sebelum keberangkatan ke Manokwari. Selain mengukur kesiapan teknis, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk membangun rasa percaya diri para peserta agar mampu tampil optimal di hadapan dewan juri dan peserta dari seluruh Indonesia.

Pemerintah Provinsi Bali melalui perwakilannya dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memberikan dukungan penuh terhadap keikutsertaan kontingen Bali. Dalam sambutannya disampaikan bahwa Pesparawi merupakan kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan nilai kebangsaan, dan pengembangan kehidupan beragama yang harmonis.

Dukungan serupa juga datang dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali. Melalui pesan yang disampaikan dalam acara tersebut, Pesparawi dipandang sebagai media untuk memperkuat persaudaraan lintas daerah sekaligus menumbuhkan semangat pelayanan melalui pujian dan nyanyian rohani.

Prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera kontingen sebagai simbol amanah yang diemban seluruh peserta. Momen tersebut menjadi penegasan bahwa kontingen Bali siap berpartisipasi dalam ajang nasional dengan membawa semangat kebersamaan, disiplin, dan dedikasi.

Pesparawi Nasional XIV yang akan digelar pada 18–28 Juni 2026 di Manokwari menjadi ajang berkumpulnya kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain berkompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah pertukaran pengalaman, budaya, dan penguatan persaudaraan antarumat Kristiani dari seluruh Nusantara.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan dan dukungan dari berbagai pihak, Kontingen Pesparawi Bali diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus menjadi representasi positif daerah dalam perhelatan nasional tersebut.

“Kami berangkat bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga membawa semangat pelayanan, persaudaraan, dan kebanggaan sebagai bagian dari Provinsi Bali,” menjadi pesan yang mengemuka dalam malam pengutusan yang berlangsung hangat dan penuh makna itu.

(Redaksi)