Warga Buket Meutuah Keluhkan Minimnya Penerima Jadup Pasca Banjir, Geuchik Sebut Sudah Ajukan Seluruh Penduduk

File 000000005e1071fabe143aef77cf493c
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Warga Buket Meutuah Keluhkan Minimnya Penerima Jadup Pasca Banjir, Geuchik Sebut Sudah Ajukan Seluruh Penduduk

Langsa Timur – Sejumlah warga Gampong Buket Meutuah, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, mengaku kecewa karena hingga saat ini belum merasakan manfaat program Jaminan Hidup (Jadup) yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak banjir tahun 2025.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Keluhan tersebut disampaikan salah seorang warga berinisial “B” kepada wartawan. Ia mempertanyakan mengapa sebagian masyarakat di wilayah lain telah menerima bantuan, sementara warga di Gampong Buket Meutuah disebut belum merasakan manfaat yang sama.

“Kami mendengar ada masyarakat di beberapa gampong lain yang menerima bantuan Jadup. Namun di tempat kami, banyak warga yang merasa belum tersentuh bantuan tersebut. Kami berharap ada penjelasan yang jelas dari pihak terkait,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).

Menanggapi hal itu, wartawan kemudian meminta klarifikasi kepada Geuchik Gampong Buket Meutuah, Nasir, melalui pesan WhatsApp. Dalam keterangannya, Nasir menegaskan bahwa pemerintah gampong telah melaksanakan proses pendataan sesuai arahan instansi terkait dan telah mengajukan data warga sebagai calon penerima bantuan.

Menurutnya, seluruh berkas pendataan telah diserahkan kepada pihak yang berwenang, termasuk BPBD dan Dinas Sosial, sebagaimana dilakukan gampong-gampong lainnya.

“Untuk pendataan kami sudah menjalankan sesuai instruksi yang diberikan. Data warga telah kami ajukan dan diserahkan kepada pihak terkait. Namun realisasi penerima bantuan di Gampong Buket Meutuah masih jauh dari harapan masyarakat,” ujar Nasir.

Ia juga mengaku telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempertanyakan realisasi bantuan tersebut. Menurutnya, pemerintah gampong berharap ada evaluasi dan penjelasan yang lebih terbuka agar masyarakat mendapatkan kepastian mengenai mekanisme penetapan penerima bantuan.

Persoalan ini menjadi perhatian warga karena bantuan Jadup merupakan salah satu program yang diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi ekonomi masyarakat pascabencana. Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat memberikan penjelasan yang transparan mengenai proses verifikasi dan penetapan penerima bantuan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Sosial maupun BPBD terkait jumlah penerima Jadup di Gampong Buket Meutuah serta alasan minimnya realisasi bantuan di wilayah tersebut.

Jurnalis: Jihandak Belang
Sumber: Masyarakat Gampong Buket Meutuah