Mobil Panther BL 1704 UAS Kembali Jadi Sorotan, Aktivis Minta Aparat Telusuri Dugaan Angkutan Solar Bersubsidi
Aceh Tamiang – Sebuah kendaraan minibus jenis Isuzu Panther berpelat nomor BL 1704 UAS kembali menjadi perhatian sejumlah pihak setelah sebelumnya diberitakan terkait dugaan pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kendaraan berwarna hijau gelap tersebut beberapa kali terlihat melintas di jalur lintas Medan–Banda Aceh. Dugaan muncul setelah sejumlah pihak mengaku mencium aroma solar yang cukup menyengat dari bagian belakang kendaraan saat melaju di jalan raya.
Sebelumnya, kendaraan tersebut sempat menjadi sorotan publik setelah adanya laporan dan pemberitaan yang meminta aparat penegak hukum melakukan penelusuran terhadap dugaan aktivitas pengangkutan BBM bersubsidi yang tidak sesuai peruntukannya.
Menurut keterangan yang diperoleh, saat wartawan mencoba melakukan konfirmasi kepada pengemudi kendaraan pada 11 Juni 2026 sekitar pukul 11.46 WIB, kendaraan tidak berhenti dan terus melanjutkan perjalanan menuju kawasan Kota Lintang Bawah yang berdekatan dengan Kampung Landuh.
Hingga saat ini belum terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai isi muatan kendaraan tersebut maupun adanya pelanggaran hukum yang dilakukan. Karena itu, dugaan yang berkembang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui pemeriksaan oleh aparat terkait.
Pemerhati sosial publik Aceh, Karo-Karo, meminta aparat penegak hukum di Aceh Tamiang untuk menindaklanjuti informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, apabila terdapat indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi, maka perlu dilakukan penyelidikan secara profesional dan transparan.
“Kami berharap aparat dapat melakukan pengecekan dan verifikasi sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Jika memang tidak ada pelanggaran, hal itu juga perlu disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru,” ujarnya.
Masyarakat juga berharap adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi agar penggunaannya tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Sampai berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengemudi maupun pemilik kendaraan terkait dugaan yang berkembang tersebut.
Jurnalis : Jihandak Belang
Sumber : Pemerhati Sosial Publik Aceh (PSP Aceh)













