Pdt Ricardo RJ Palijama : ” Kami mengapreasi Surat kepala BNPB Nomor 13 A Tahun 2020

Bandung,Pelitanusantara.com | Sehubungan dengan surat keputusan Kepala Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 13 A tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia dalam poin kedua dengan memutuskan bahwa Status Keadaan Tertentu sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU berlaku selama 91 (Sembilan Puluh Satu hari ) hari, terhitung sejak tanggal 29 Februari 2020 sampai dengan tanggal 29 Mei  2020.

Menurut Pdt Ricardo RJ Palijama Sekretaris BM Sinode EMC atau yang biasa di kenal dengan Gereja Methodis Injili yang dihubungi Oleh Pelitanunsatara.com melalui Hubungan Saluran Selulernya mengatakan ” Sejak diumumkan¬† pertama¬† kali kasus Covid-19 pada awal Maret 2020, setidaknya sudah ada 134 kasus. dan ada 5 orang yang dinyatakan meninggal sementara 8 orang positif diklaim sembuh. Jumlah masyarakat yang diperiksa spesimen mencapai 1.138 orang dengan hasil negatif sebanyak 1.011 orang sementara sekitar 10 orang masih dalam pemeriksaan kesehatan ”¬†

Menurutnya bahwa ” informasi yang kita dapat¬† Jumlah korban covid 19 di Indonesia pertanggal 28 Maret 2020, terdiri¬† Korban Positif¬† : 1.155 Orang, Korban Sembuh : 59 Orang Korban Meninggal : 102 Orang. jadi dengan di keluarkan surat Keputusan dari Kepala BNPB itu adalah langkah yang harus di apreasi dengan baik memang dalam hal menangani Masalah Akibat dari Virus Corona ini harus di tangani dengan seksama dan terukur, jadi bukan saja peran Pemerintah Baik Pusat maupun Daerah Atau BPPB akan tetapi semua pihak peran seluruh Masyarakat Indonesia harus secara aktive merespon atau sebagai¬† Duta – duta dalam mencegah Wabah Penyakit Virus Covid 19 dengan cara apa kan gitu Pertanyaan To¬† ???? ” Katanya Lagi.
” Saya rasa tidak sulit hanya himbauan Pemerintah harus dilaksanakan dengan Penuh rasa tanggung jawab, disiplin kan diri dan tetap waspada, dan jika kita memilik APD yang berlebih bagikan ke tetangga kiri dan kanan kita yang belum memilikinya karena dengan cara itu kita dapat meminimalisir semua yang terjadi di lingkungan kita, Ujar nya lagi.
” apalagi IDI meminta kepada pemerintah untuk segera memenuhi kebutuhan APD bagi para dokter, perawat dan tenaga medis yang menangani pasien Corona dan apabila kebutuhan APD tidak terpenuhi, IDI mengimbau kepada anggota profesinya untuk sementara tidak ikut melakukan perawatan penanganan pasien COVID-19 demi melindungi dan menjaga keselamatan sejawat jadi haru ada sebuah kesadaran minimal disiplinkan diri kita sendiri agar terhindar dari penyakit Corona tersebut ” Imbuhnya .
” Oleh karena itu¬† saya sebagai Hamba Tuhan dan Masyarakat Indonesia¬† menghimbau kepada Umat, khusus nya jemaat Gereja Methodis Injili yang ada di seluruh Indonesia dan masyarakat Indonesia¬† agar ” stay Home ”¬† dulu dan berpergian jauh – jauh dengan¬† mengingat situasi Zona Merah di beberapa Wilayah di Indoneisa yang¬† saat ini masih cukup bahaya dan mengkhawatirkan. dan harapan saya untuk Semua Stake Holder yang ada dengan tanpa kenal lelah dalam penanggulangan virus Corona dan tetap terus berjuang melawan Covid-19 semuanya pasti¬† berlalu dan¬† kepada masyarakat Indonesia tetaplah menjaga kesehatan kita, serta Jangan Melanggar Aturan yang sudah ditetapkan dan ikuti semua Peraturan Pemerintah yang sudah di buat.¬† ¬†mari kita berantas bersama-sama virus Covid-19 ” Katanya¬† kepada pelitanusantara.com Sambil menutup Saluran Selulernya .( Kefas/Pelitanusantara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *