Hadapi Ancaman Teknologi Modern, Satgas Pamtas Kostrad Digembleng Kemampuan Anti Drone

IMG 20260521 WA0066
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Hadapi Ancaman Teknologi Modern, Satgas Pamtas Kostrad Digembleng Kemampuan Anti Drone

Jakarta — Perkembangan teknologi yang semakin cepat turut mengubah pola ancaman di wilayah perbatasan negara. Menyikapi hal tersebut, Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad meningkatkan kemampuan personelnya melalui pelatihan dan pembekalan Anti Drone di daerah operasi perbatasan Kalimantan Barat.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Pelatihan yang berlangsung di Entikong itu menghadirkan tim instruktur dari Yonkomlek Puskomlekad, yakni Letda CKE Hendron Maju Marbun, Serda Ryanda Juver Sonalde Dimoe, dan Prada Ridho Al Hudaya.

Para personel Satgas diberikan pemahaman mengenai pola penggunaan drone, metode identifikasi ancaman, teknik deteksi pergerakan udara tanpa awak, hingga langkah antisipasi terhadap potensi penyalahgunaan drone di wilayah perbatasan RI–Malaysia.

Sebanyak 24 prajurit mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Tidak hanya menerima teori di ruang pembelajaran, para personel juga menjalani simulasi lapangan yang dirancang menyerupai kondisi nyata di medan operasi.

Kegiatan pembekalan juga dilaksanakan di wilayah Pantai Temajuk sebagai bagian dari penguatan pengamanan sektor pesisir yang dinilai memiliki tantangan tersendiri dalam pengawasan wilayah perbatasan.

Dansatgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad, Letkol Arh Andy Qomarudin, mengatakan kemampuan menghadapi ancaman teknologi modern menjadi kebutuhan penting bagi prajurit yang bertugas di wilayah strategis negara.

“Prajurit harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Melalui pembekalan ini, personel diharapkan lebih siap mendeteksi dan mengantisipasi potensi ancaman yang memanfaatkan drone di wilayah operasi,” ujar Letkol Andy Qomarudin, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurutnya, penguasaan teknologi pendukung operasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan perbatasan yang memiliki tingkat kerawanan tersendiri.

Program pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pembinaan personel TNI AD guna meningkatkan profesionalisme prajurit dalam menghadapi dinamika ancaman keamanan modern.

Pengamat pertahanan menilai penggunaan drone saat ini tidak hanya berkembang dalam sektor sipil, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal lintas batas, sehingga kesiapan personel di lapangan menjadi sangat penting.

Melalui pelatihan Anti Drone, Satgas Pamtas diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan, kemampuan deteksi dini, dan efektivitas pengamanan wilayah perbatasan RI–Malaysia.

Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Redaksi Nasional