Bupati Hadiri Adat Tradisi Rasulan Kalurahan Baleharjo Wonosari

Kefaspelita
D6724b6edf9bc64d462a5b2f7f063cbcimg 20240513 Wa0029
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Gunungkidul – Mesti terletak di wilayah perkotaan, Desa Baleharjo, Kabupaten Gunungkidul serius pertahankan tradisional bersih desa atau rasulan. Bersih desa melibatkan 4 padukuhan yakni Wukirsari, Mulyosari, Rejosari dan Purwosari.

“Apresiasi yang tinggi kepada Pemdes Baleharjo yang tetap konsisten menggelar berbagai tradisi budaya mesti berada di tengah kota,” kata Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat menghadiri genduri di Balai Baleharjo, Senin (13/5/2024).

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Sunaryanta juga mengatakan, bersih desa atau rasul menjadi ajang berkumpulnya masyarakat. Rasulan diharapkan menjadi momentum menjaga kebersamaan dan upaya merawat bangsa dan negara serta Gunungkidul.

“Rasulan menjadi ajang bertemunya masyarakat dengan para pejabat, masyarakat dengan warga lainya dalam nuansa kebersamaan dan gotong royong,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini Sunaryanta berharap kegiatan tradisi ini terus dilaksanakan setiap tahunya. Tradisi atau budaya yang tetap dilestarikan ditengah masyarakat yang heterogen akan mempu menjadi perekat perbedaan yang ada.

“Dari masyaralat kota seperti ini biasanya pengaruh budaya akan muncul dengan tradisi budaya semua dapat melebur menjadi satu,” paparnya.

Lurah Baleharjo Agus Sulistyo mengatakan, pelaksanaan bersih desa dilaksanakan setiap Senin Kliwon (tanggalan jawa). Menurut Agus  tahun ini banyak kesenian tradisional Asli Desa Baleharjo yang di suguhkan untuk meramaikan salah satunya kirab budaya.

Agus juga mengatakan, bersih desa tahun ini mengambil tema Baleharjo Ayem Tentrem tema menjadi harapan dan dapat di implementasikan dalam kehidupan masyarakat.

“Kirab budaya sudah kita gelar Minggu 12 Mei 2024 diikuti oleh 4 padukuhan. Kegiatan ini salah satu acara yang dinantikan masyarakat,” paparnya.(***)