Tinjauan Alkitab Tentang Valentine’s Day Bagi Remaja

Pelitanusantara.com | Valentine’s Day adalah hari kasih sayang yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari tiap tahunnya. Valentine’s Day mulai membudaya di Indonesia diperkirakan pada akhir abad ke 19, budaya yang diadopsi dari budaya asing. Dulunya Valentine’s Day masuk dalam kalender gerjawi namun dihapus pada tahun 1969, karena asal usulnya yang tidak jelas, serta adanya pendapat bahwa memelihara hari-hari tertentu merupakan salah satu sikap hidup yang diperhamba oleh allah-allah duniawi yang hakekatnya bukan Allah. Valentine’s Day adalah salah satu bentuk pemeliharaan hari-hari tertentu. Galatia 4:10 mengatakan, “Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun.” Apalah arti sebuah pengakuan kepada Yesus Kristus, jikalau masih menyediakan diri untuk diperhamba oleh allah-allah dan roh-roh dunia. Berdasarkan sejarah lahirnya hari Valentine tidak berkaitan langsung dengan peristiwa atau pengajaran Alkitab.

Sejarah Hari Valentine

Menurut Ensiklopedi Katolik kata “Valentine’s Day” dapat diterjemahkan secara harafiah sebagai “Hari Valentin” atau “Hari Valentinus”. Ada beberapa versi mengenai sejarah hari Valentin, namun inilah sejarah hari Valentin yang paling popular dan paling dipercayai oleh masyarakat luas. Valentine adalah nama seorang biarawan Katolik yang hidup pada abad ke tiga Masehi. Ia dihukum mati oleh Kaisar Claudius II karena melanggar perintah yang diberikan Kaisar, yaitu melarang pemuda Romawi untuk menjalin cinta dengan seorang gadis. Alasan mengapa Kaisar melarang hal tersebut adalah, apabila seorang prajurit menjalin asmara, maka ia akan lebih enggan untuk meninggalkan kekasihnya. Namun Valentine yang dikenal sebagai hamba Tuhan yang lebih takut kepada Tuhan daripada Kaisar. Dan peraturan yang diberikan Kaisar dinilai tidak manusiawi sehingga ia tetap memberikan sakramen pernikahan kepada para pasangan secara rahasia, dan menyembunyikan sertifikat mereka dengan baik. Hal ini berlangsung terus, sampai kemudian rahasia ini terbongkar, akhirnya ia tertangkap basah sedang memberikan sakramen pernikahan. Iapun ditangkap, dijebloskan ke penjara dan divonis mati, yaitu dengan dipenggal kepalanya. Didalam penjara ia bersahabat dengan seorang sipir penjara bernama Asterius yang mempunyai seorang anak gadis yang semenjak lahirnya mengalami kebutaan. Valentine berusaha mengobati mata sang gadis sambil memberikan siraman-siraman rohani kepada sang gadis. Suatu ketika gadis ini berkata kepada Valentine “apakah Tuhan mendengar doa kita?” dengan tegas Valentine menjawab, “ya, Dia mendengar doa-doa kia.” Berkat kasih dan keteguhan imannya, mata gadis itupun disembuhkan. Menjelang ajal menjemput sehari sebelum dieksekusi, Valentine sempat menulis ucapan untuk sang gadis dengan pesan, “supaya ia semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Di akhir pesan tak lupa Valentine menulis “From Your Valentine” kalimat inilah yang telah menyihir jutaan orang untuk mengungkapkan kasih sayang pada seseorang di hari Valentines. Valentine dieksekusi dan meninggal dunia pada tanggal 14 Februari 270 M. dan pada tahun 496 Paus Gelasius I menetapkan 14 Februari sebagai hari peringatan St. Valentine.

Tinjauan Alkitab Tentang Valentine’s Day

Perayaan Valentine’s dari hari ke hari terus mengalami perkembangan seiring kemajuan zaman, bahkan telah kehilangan esensi sejatinya. Semangat kasih dan pengorbanan biarawan Valentine telah dikalahkan oleh perasaan kasih, cinta yang sesaat. Dalam menyikapi perayaan Valentine’s Day sebagai generasi muda Kristen tentu harus tetap berpegang teguh kepada landasan Firman Tuhan. Untuk itu gereja dapat mengarahkan muda-mudi kristen dalam memanfaatkan momen ini untuk tujuan yang benar, yakni gereja mengajarkan tentang sumber kasih yang terbesar yaitu Allah, “karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16), jadi saat kita merayakan hari Valentine yang perlu diingat adalah seluruhnya terpaut dengan kasih Allah kepada manusia.

Dalam Alkitab berbahasa Yunani terdapat 3 jenis kasih yakni :

Agape (Kasih Illahi) Agape adalah sifat inti Tuhan, karena Tuhan adalah kasih (1 Yohanes 4:7, 12, 16b) Tuhan sangat “mengasihi” (agape) sehingga Dia memberikan anak-Nya. Kristus sangat mengasihi (agape) sehingga Dia memberikan hidupnya.

Phileo (Kasih Persahabatan) yang berarti memiliki minat yang special kepada aseseorang atau sesuatu, seringkali dengan focus kepada kerjasama yang dekat, memiliki kasih sayang terhadap, seperti memandang seseorang sebagai sahabat. Kasih seperti ini dapat dilihat pada Yohanes 21 saat Yesus bertanya kepada Petrus, apakah Petrus mengasihiNya. Dua kali Yesus menggunakan kata Agape dan terakhir menggunakan kata Phileo, dan ketiganya dijawab Petrus dengan menggunakan kata Phileo.

Storge, yaitu kasih dan sayang yang muncul secara alamiah antara orangtua dan anak-anak, dapat muncul diantara saudara kandung, dan muncul diantara suami dan istri dalam pernikahan yang baik. Kata itu muncul dalam Roma 12:10 dengan kata ‘Philostorgos’ yang merupakan gabungan kata Philos (bentuk kata benda dari Phileo) dan Storge. Roma 12:10 adalah ayat yang sangat penting, mengarahkan kita untuk sangat mengasihi dan saling berbuat baik.

Di luar itu dalam Bahasa Yunani masih terdapat satu jenis kasih yakni Eros. Berdasarkan dongeng kuno kebudayaan bangsa tersebut, “Eros” si Dewa cinta, telah menjadi penyebab awal pengertian kata cinta/kasih (Eros) yang bersifat seksuil. Eros merupakan kata dalam Bahasa Yunani kuno bukan dalam Alkitab.

Perayaan hari Valentine tidak pernah diperintahkan ataupun ditulis didalam Alkitab dan tidak pernah ditetapkan oleh bapak-bapak gereja mula-mula sebagai hari raya resmi agama Kristen. Dengan demikian umat Kristen terutama kalangan muda Kristen dituntut kearifan secara pribadi dalam merayakan Valentine. Alkitab mengatakan agar berhati-hati dalam dalam memberikan/menyampaikan kasih sayang, karena hati mempengaruhi segala sesuatu dalam hidup, seperti yang tertera dalam Amsal 4:23 “jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Alkitab juga mengajarkan agar kita membagikan kasih kepada sesama, melalui hari Valentine kita dapat membagikan kasih itu melalui sikap, ucapan, perbuatan, doa. Tentu saja bukan hanya terbatas kepada orang tua, keluarga, teman dekat, tetapi kepada setiap orang yang perlu kita kasihi, termasuk orang yang membenci kita, bahkan musuh kita sekalipun. Amsal 17:17 mengatakan, “seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi saudara didalam kesukaran.” Firman Tuhan mengingatkan dengan tegas bagaima sikap kita dalam bergaul terutama bagi kalangan muda remaja, seperti dalam hubungan kencan/pacaran, khususnya bagi mereka yang dekat dihati, haruslah orang percaya yang sudah dewasa yang merupakan pengikut Kristus yang taat dalam hidupnya. “janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (2 Korintus 6:14). Dalam 1Korintus 6:18 berkata, “jauhkanlah dirimu dari percabulan !” kita tidak dapat melakukan perintah Tuhan apabila kita mencobai diri kita sendiri karena kecerobohan kita dalam bergaul. “janganlah kamu sesat: pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Korintus 15:33). Rasul Yohanes menulis dalam 1 Yohanes 4:7-12 demikian, “Saudara-saudaraku yang kukasihi, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih….Jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap didalam kita dan kasih-Nya sempurna didalam kita.”

Inilah makna Valentine’s Day bagi kalangan muda remaja ditinjau dari Alkitab, bahwa kasih yang besar berasal dari Allah, dan mengasihi merupakan respon kita terhadap kasih yang sudah diberikan kepada kita, untuk itu kita dapat memanfaatkan hari Valentine sebagai pengingat kembali kasih Allah dan mengekpresikan kasih itu kepada sesama, karena saat kita mengasihi, kasih Kristus terpancar dalam diri kita. Kasih yang diteladankan Yesus, kasih yang tulus dan penuh pengorbanan.

Akhirnya

Selamat memaknai hari Valentine bersama kasih Kristus

Penulis Siwi Cahyaningrum_Pendidik Sekolah Tunas Pertiwi

Daftar Pustaka :

Alkitab

https://victoriousnews.com/2018/02/14/valentines-day-bagi-generasi-muda-kristen/

https://tuhanyesus.org/pandangan-kristen-terhadap-hari-valentine

www.beritabethel.com

gustavharefa.wordpress.com

https://selisip.com/2017/02/valentine-bagi-umat-kristen/

ngateminrosok.blogspot.com

jonaagatos.weebly.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *