Kesiapan Satgas Indonesia di Lebanon Jadi Sorotan, Komandan Sektor Timur UNIFIL Lakukan Peninjauan Langsung
Lebanon Selatan — Peran aktif prajurit Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan konflik kembali mendapat perhatian dari jajaran pimpinan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Di tengah dinamika keamanan yang terus berkembang di Lebanon Selatan, Sector East Commander UNIFIL, Brigjen Antonio Ortiz Martinez, melakukan kunjungan operasional ke Task Force Bravo (TF Bravo) Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-T/UNIFIL yang bermarkas di wilayah Marjayoun.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah evaluasi dan penguatan koordinasi guna memastikan seluruh unsur pasukan perdamaian tetap berada dalam kondisi siap menjalankan mandat PBB secara optimal. Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antar kontingen dalam menjaga stabilitas wilayah tanggung jawab UNIFIL.
Dalam agenda tersebut, pimpinan sektor menerima laporan mengenai perkembangan situasi keamanan terkini, kesiapan personel, pola pelaksanaan tugas, serta berbagai langkah antisipatif yang telah dilakukan Satgas Indonesia dalam menghadapi kemungkinan perubahan situasi di lapangan.
Peninjauan tidak hanya dilakukan melalui paparan di ruang briefing, tetapi juga dengan melihat langsung kesiapan sarana pendukung operasi, sistem pengamanan, serta prosedur yang diterapkan Task Force Bravo dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Kegiatan tersebut didampingi oleh Wakil Komandan Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-T/UNIFIL Letkol Inf Ugroseno, Kepala Seksi Intelijen Mayor Inf Okky Misherawan, S.S.T.Han., S.I.P., serta Komandan Kompi Task Force Bravo Mayor Inf Nanda Putra Kuncoro, S.T.Han.
Dalam arahannya, Brigjen Antonio Ortiz Martinez menyampaikan apresiasi terhadap profesionalisme yang terus ditunjukkan prajurit Indonesia selama menjalankan misi di Lebanon Selatan. Menurutnya, kesiapan yang konsisten menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan operasi penjaga perdamaian di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga koordinasi, meningkatkan kewaspadaan, serta mempertahankan standar disiplin yang selama ini menjadi ciri khas pasukan perdamaian Indonesia.
Keberadaan Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-T selama ini dinilai mampu memberikan kontribusi positif dalam mendukung pelaksanaan mandat UNIFIL. Selain menjalankan tugas pengamanan dan pemantauan wilayah, prajurit Indonesia juga dikenal aktif membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat lokal sehingga turut memperkuat stabilitas sosial di daerah penugasan.
Bagi Satgas Garuda, kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras dan dedikasi yang ditunjukkan selama menjalankan misi mendapat perhatian dari pimpinan internasional. Hal ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus menjaga profesionalisme dan memberikan kontribusi terbaik bagi misi perdamaian dunia.
Melalui komitmen yang kuat, Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-T terus membuktikan bahwa prajurit Indonesia mampu tampil sebagai pasukan penjaga perdamaian yang profesional, terpercaya, dan dihormati dalam setiap penugasan internasional.
Kepercayaan Internasional Dibangun Dari Kesiapan, Profesionalisme, dan Konsistensi Pengabdian Yang Ditunjukkan Prajurit Indonesia Di Setiap Medan Misi Perdamaian Dunia.
Romo Kefas













