SP1MD GGP JAWA BARAT 2026: DARI EVALUASI MENUJU AKSELERASI, JAWA BARAT SIAP MENYONGSONG BABAK BARU PELAYANAN

IMG 20260620 WA0043
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

SP1MD GGP JAWA BARAT 2026: DARI EVALUASI MENUJU AKSELERASI, JAWA BARAT SIAP MENYONGSONG BABAK BARU PELAYANAN

Cimahi, 20 Juni 2026 – Jika sebuah organisasi ingin terus bertumbuh, maka ia harus berani mengevaluasi diri. Namun jika ingin melompat lebih jauh, evaluasi saja tidak cukup. Dibutuhkan keberanian untuk mengambil langkah baru, memperkuat fondasi yang ada, dan menyiapkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan masa depan.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Semangat itulah yang terasa dalam pelaksanaan Sidang Pelengkap I Majelis Daerah (SP1MD) GGP Jawa Barat 2026 yang berlangsung di GGP One Gospel Cimahi. Forum yang mempertemukan para pengurus Majelis Daerah, Majelis Wilayah, serta para gembala jemaat ini tidak hanya membahas apa yang telah dikerjakan, tetapi juga memetakan apa yang harus dilakukan untuk membawa pelayanan GGP Jawa Barat memasuki fase pertumbuhan berikutnya.

Sejak persidangan dimulai, suasana yang terbangun bukan sekadar suasana formal organisasi. Ada optimisme yang kuat, terutama ketika berbagai laporan menunjukkan bahwa pelayanan di Jawa Barat terus bergerak di tengah berbagai tantangan yang dihadapi gereja masa kini.

Forum yang Tidak Terjebak pada Seremoni

Setelah persidangan dinyatakan memenuhi kuorum dengan kehadiran 75 peserta atau 68,8 persen dari peserta yang memiliki hak sidang, agenda langsung memasuki pembahasan substansial.

Dalam penyampaian Laporan Umum Ketua Majelis Daerah Jawa Barat, Pdt. Semuel Benaja, ST., MPd., menegaskan bahwa pelayanan gereja harus terus dibangun melalui sinergi antara kepemimpinan daerah, wilayah, dan gereja lokal.

Berbagai program pembinaan, penguatan jaringan pelayanan, serta koordinasi lintas wilayah dipaparkan sebagai bagian dari upaya menjaga pertumbuhan pelayanan yang sehat.

Yang menarik, laporan tersebut tidak berhenti pada pencapaian. Forum juga secara terbuka membahas tantangan yang masih dihadapi dan peluang yang dapat dikembangkan pada masa mendatang.

Hal itu membuat persidangan berlangsung hidup dan relevan dengan kondisi nyata yang dihadapi para pelayan Tuhan di lapangan.

Setelah melalui pembahasan yang konstruktif, laporan Ketua MADA Jawa Barat akhirnya diterima secara penuh oleh seluruh peserta sidang.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa forum menilai arah pelayanan yang sedang dibangun telah berjalan sesuai dengan harapan bersama.

Fokus pada Pelayan, Bukan Sekadar Program

Di tengah pembahasan berbagai agenda organisasi, perhatian terhadap kehidupan para gembala menjadi salah satu tema yang mendapatkan respons positif.

Pdp. Happy David Arifin, Bendahara MADA Jawa Barat, menegaskan bahwa keberadaan organisasi harus memberikan dampak yang nyata bagi para pelayan Tuhan.

Menurutnya, sebagian besar perhatian pengelolaan sumber daya organisasi diarahkan untuk membantu para gembala yang sedang menghadapi berbagai pergumulan pelayanan maupun kebutuhan hidup.

“Pertumbuhan organisasi harus dirasakan manfaatnya oleh para gembala. Karena mereka adalah ujung tombak pelayanan yang setiap hari berhadapan langsung dengan kebutuhan jemaat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan pelayan Tuhan tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan pelayanan di Jawa Barat.

Menyiapkan Pertumbuhan yang Berkelanjutan

Dalam sesi pembahasan strategis, Kasnadi Margaka dari Tim Ekonomi dan Kemitraan GGP mengingatkan bahwa visi besar tidak akan tercapai tanpa kesiapan melakukan pembaruan strategi.

Menurutnya, gereja harus mampu membaca perubahan zaman dan menyesuaikan metode pelayanan tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi dasar iman.

“Visi Threefold tetap menjadi arah yang harus dicapai. Namun pendekatan dan strategi pelayanannya harus terus diperbarui agar gereja mampu menjangkau generasi dan masyarakat yang terus berubah,” katanya.

Pandangan tersebut mendapat dukungan luas karena dianggap mencerminkan kebutuhan pelayanan masa kini yang membutuhkan kreativitas sekaligus keteguhan prinsip.

Ketika Rekam Jejak Berbicara

Salah satu momen yang paling mendapatkan perhatian dalam persidangan adalah ketika forum mulai membahas usulan bakal calon Ketua Umum GGP periode 2026–2031.

Seluruh Majelis Wilayah diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan aspirasi mereka. Menariknya, diskusi yang berkembang tidak berfokus pada popularitas ataupun pendekatan politik organisasi.

Sebaliknya, peserta lebih banyak berbicara mengenai rekam jejak pelayanan dan kemampuan kepemimpinan yang telah terbukti.

Dari berbagai pandangan yang muncul, nama Pdt. Dicky Suwarta, M.Th. menjadi figur yang memperoleh dukungan luas dari peserta sidang.

Bagi para gembala dan pemimpin wilayah, sosok Pdt. Dicky bukan hanya dikenal sebagai Ketua Umum GGP, tetapi juga sebagai pemimpin yang bertumbuh dari pelayanan daerah.

Saat memimpin Majelis Daerah Jawa Barat selama dua periode, ia ikut mengawal pertumbuhan pelayanan dari sekitar 35 jemaat menjadi 92 jemaat dalam waktu empat tahun.

Namun bagi banyak peserta, capaian tersebut hanyalah bagian kecil dari alasan dukungan yang diberikan.

Yang lebih banyak diceritakan adalah kebiasaannya turun langsung ke daerah-daerah pelayanan, membangun komunikasi dengan para gembala, mendukung pembukaan ladang pelayanan baru, serta mendorong lahirnya generasi pemimpin yang baru.

Banyak peserta menilai bahwa kepemimpinan yang hadir di tengah pelayanan akar rumput menjadi salah satu faktor yang membuat dirinya mendapatkan kepercayaan yang kuat dari berbagai wilayah.

Dukungan Bulat dari Jawa Barat

Setelah mendengarkan berbagai pandangan dari Majelis Wilayah 1 hingga 13, forum akhirnya mencapai kesepakatan.

SP1MD GGP Jawa Barat 2026 secara bulat mengusulkan Pdt. Dicky Suwarta, M.Th. sebagai Bakal Calon Ketua Umum GGP Periode 2026–2031.

Keputusan tersebut disambut dengan tepuk tangan panjang dari seluruh peserta yang hadir.

Saat diberikan kesempatan menyampaikan respons, Pdt. Dicky tidak memberikan pidato yang panjang.

Dengan sederhana ia menjawab:

“SIAP.”

Satu kata yang singkat, namun cukup untuk menggambarkan kesediaannya menerima amanat dan kepercayaan yang diberikan.

Dari Cimahi untuk Masa Depan Pelayanan

Lebih dari sekadar forum organisasi, SP1MD Jawa Barat 2026 menjadi gambaran tentang sebuah keluarga pelayanan yang sedang mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Di tengah berbagai perubahan yang terjadi, para pemimpin dan gembala menunjukkan bahwa pelayanan tidak boleh berjalan dengan pola yang stagnan. Dibutuhkan evaluasi yang jujur, strategi yang relevan, kepedulian terhadap para pelayan Tuhan, dan kepemimpinan yang mampu membawa visi menjadi kenyataan.

Dari ruang sidang di GGP One Gospel Cimahi, lahir optimisme bahwa Jawa Barat tidak hanya sedang menjaga apa yang sudah ada, tetapi juga sedang mempersiapkan langkah yang lebih besar untuk masa depan pelayanan Gereja Gerakan Pentakosta di Indonesia.

Laporan Khusus: Tim Media PEWARNA Indonesia Jawa Barat
Editor: Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K.
Cimahi, 20 Juni 2026