Mpu Tantular: Sang Pujangga Sastrawan Jawa yang Menginspirasi Bangsa

IMG 20250611 WA0032
Ilustrasi gambar Menggunakan Teknologi AI - Pelitanusantara.com
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Pelitanusantara.com Di tengah gemuruh sejarah Majapahit, muncul seorang pujangga sastrawan Jawa yang namanya masih bergema hingga saat ini. Mpu Tantular, sang penulis Kakawin Sutasoma, telah meninggalkan warisan abadi bagi bangsa Indonesia. Semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang tercetus dari karyanya telah menjadi landasan filosofis bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

Biografi Singkat

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58
  • Nama: Mpu Tantular
  • Lahir: Tidak diketahui secara pasti, diperkirakan pada abad ke-11 atau awal abad ke-14 (antara tahun 1045M)
  • Wafat: Tidak diketahui secara pasti
  • Makam: Dusun Titip, Desa Sumberurip, Kec. Berbek, Nganjuk, Jawa Timur

Latar Belakang Keluarga

Mpu Tantular lahir dari pasangan:

  • Ayah: Mpu Baheula
  • Ibu: Dyah Ratna Manggali

Beliau memiliki beberapa saudara, yaitu:
1. Ni Dwi Dwararika
2. Ni Dewi Adnyani
3. Ni Dewi Amartha Jiwa
4. Ni Dewi Amartha Manggali

Mpu Tantular memiliki empat putra, yaitu:
1. Mpu Danghyang Panawiskan
2. Mpu Bekung/Danghyang Siddhimantra
3. Mpu Danghyang Smaranatha
4. Mpu Danghyang Soma Kepakisan

Karya dan Pengaruh

Kakawin Sutasoma adalah karya masterpiece Mpu Tantular yang ditulis pada abad ke-14 (1365/1389 M). Karya ini menceritakan tentang kisah Sutasoma, seorang pangeran yang menjadi simbol toleransi dan kerukunan antar agama. Kakawin Sutasoma juga mencetuskan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”, yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu” (Prof. I Ketut Riana, S.U., 2009).

Sumber-Sumber

Informasi tentang Mpu Tantular dapat ditemukan dalam beberapa sumber, antara lain:

  1. Kakawin Sutasoma: Karya masterpiece Mpu Tantular yang menceritakan tentang kisah Sutasoma dan mencetuskan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” (Prof. I Ketut Riana, S.U., 2009).
  2. Nagara Kertagama: Sebuah kakawin yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada abad ke-14, yang menceritakan tentang sejarah dan kehidupan kerajaan Majapahit (Prof. I Ketut Riana, S.U., 2009).
  3. Silsilah Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi: Sebuah naskah yang menceritakan tentang silsilah dan kisah hidup Mpu Tantular (Ketoet Soebandi, 1985).
  4. Babad Arya Bang Waya Biya Pinatih: Sebuah naskah yang menceritakan tentang sejarah dan kehidupan kerajaan Majapahit (Punia, Ketut I Gusti, 1997).

Referensi

– Prof. I Ketut Riana, S.U. (2009). Kakawin Desa Warnanna Uthawi Nagara Krtagama. KOMPAS.
– Ketoet Soebandi (1985). Silsilah Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi.
– Punia, Ketut I Gusti (1997). Babad Arya Bang Waya Biya Pinatih.
– Pusdok (1998). Babad Arya Pinatih.

Dengan demikian, Mpu Tantular dapat dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah sastra Jawa dan Indonesia, yang karya-karyanya masih dipelajari dan dihargai hingga saat ini.[÷]