Satgas Yonarhanud 2 Kostrad Jadikan Sekolah di Perbatasan Ruang Menumbuhkan Nasionalisme Sejak Dini
Timor Tengah Utara – Menanamkan rasa cinta tanah air tidak selalu harus melalui upacara kenegaraan atau pelajaran di buku teks. Di SDN Sitnoni, Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara, personel Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad memilih menyampaikan nilai-nilai kebangsaan dengan pendekatan yang lebih dekat, interaktif, dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Melalui program tenaga pendidik yang dijalankan Pos Aplal, para prajurit hadir di ruang kelas untuk berbagi wawasan tentang persatuan, semangat gotong royong, kedisiplinan, serta pentingnya menjaga identitas sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Suasana belajar berlangsung santai namun penuh makna, membuat para siswa aktif mengikuti setiap materi yang diberikan.
Komandan Pos Aplal, Letda Arh Arya, menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi penerus, khususnya bagi anak-anak yang tumbuh di kawasan perbatasan.
“Cinta tanah air harus dibangun sejak usia dini. Kami ingin anak-anak memahami bahwa mereka memiliki peran besar dalam menjaga persatuan bangsa dan membawa Indonesia menjadi lebih baik di masa depan,” katanya.
Tidak hanya menyampaikan materi kebangsaan, personel Satgas juga membantu proses belajar mengajar dengan mengajarkan pelajaran berhitung melalui metode yang kreatif dan menyenangkan. Cara penyampaian yang komunikatif membuat siswa lebih mudah memahami materi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk berpartisipasi di dalam kelas.
Para guru menyambut positif keterlibatan Satgas dalam kegiatan pendidikan tersebut. Kehadiran prajurit dinilai mampu memberikan warna baru dalam proses pembelajaran serta menjadi inspirasi bagi siswa untuk lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat belajar yang tinggi.
Bagi anak-anak SDN Sitnoni, kesempatan belajar bersama anggota TNI menjadi pengalaman yang berkesan. Mereka tidak hanya memperoleh tambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga melihat secara langsung sosok yang mengabdikan diri kepada bangsa, sehingga memunculkan motivasi untuk terus mengejar cita-cita.
Di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain, penguatan wawasan kebangsaan memiliki nilai strategis. Pendidikan sejak dini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki rasa bangga terhadap identitas nasional dan menghargai keberagaman yang dimiliki Indonesia.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa tugas Satgas Pamtas tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia. Kehadiran mereka di sekolah menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara TNI, dunia pendidikan, dan masyarakat.
Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menghadirkan suasana penuh keakraban. Melalui cerita, permainan edukatif, dan diskusi ringan, nilai-nilai nasionalisme disampaikan dengan cara yang dekat dengan kehidupan sehari-hari para siswa, sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Satgas Yonarhanud 2 Kostrad berharap kegiatan pembinaan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung lahirnya generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan memiliki komitmen menjaga keutuhan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.
Di ruang kelas sederhana di ujung negeri, benih-benih cinta tanah air tumbuh dari keteladanan, perhatian, dan keyakinan bahwa setiap anak memiliki peran penting dalam menjaga masa depan Indonesia.
Jurnalis : Romo Kefas
Editor : Tim Redaksi













