BADUT POLITIK

File 000000006b84720badb5d56bb8559ffe
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

BADUT POLITIK

Ia bukan lahir dari jalanan,
bukan dari debu perjuangan,
bukan dari luka panjang yang ditempa kesabaran—
ia lahir dari sensasi,
dari viralisasi yang gemerlap
namun hampa kedalaman.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Namanya melambung bukan karena keberanian,
melainkan karena algoritma,
yang lebih mencintai keramaian
daripada kebenaran.

Ia berbicara lantang,
namun kata-katanya berisik tanpa arah,
seperti genderang kosong
yang dipukul keras
agar terdengar penting.

Membangun pencitraan hanya dengan aksi tanpa solusi,
geraknya cepat, sorotannya tajam,
tapi pikirannya dangkal,
tak pernah menyentuh akar
yang benar-benar perlu disembuhkan.

Ia bukan pejuang—
ia pemain momen,
hadir saat isu memuncak,
menghilang saat sunyi
menuntut kerja nyata.

Viralisasi adalah jalannya,
sensasi adalah bahan bakarnya,
dan perhatian publik
adalah mata uang yang ia kumpulkan
tanpa pernah mengembalikan nilai.

Targetnya sederhana—
kursi.

Dan derita rakyat?
hanya bahan mentah,
dipoles jadi narasi,
dikemas jadi konten,
lalu dijual
sebagai seolah-olah kepedulian.

Badut politik itu berdiri gagah,
dengan topeng kepahlawanan instan,
namun di baliknya
tak ada kedalaman,
tak ada komitmen,
hanya ambisi yang lapar pengakuan.

Ia belum pernah benar-benar berjuang,
tapi sudah ingin berkuasa,
belum pernah memberi solusi jernih,
tapi sibuk menghakimi
seolah paling mengerti.

Oh, negeri yang mudah terpesona,
berapa kali lagi kita akan terpikat
oleh kilau yang cepat pudar?

Sebab pada akhirnya,
yang paling berbahaya
bukan mereka yang jahat—
melainkan mereka yang tampak peduli,
namun kosong isi.

By Romo Kefas