STAY IN GOD – BELAJAR PADA IMAN PEREMPUAN KANAAN
Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
Matius 15:28
Sering kali kita hanya fokus pada kalimat “besar imanmu” dan mujizat yang terjadi. Kita lupa bahwa ada proses panjang yang mengantar perempuan Kanaan itu pada titik kemenangan.
Ungkapan Tuhan Yesus tentang “iman yang besar” lahir dari ketekunan, kesabaran menghadapi penolakan, dan kesetiaan mencari pertolongan. Pesannya jelas: milikilah iman yang teguh dalam kesulitan, percaya kepada Allah meskipun belum melihat jalan keluar, dan bertekun dalam doa serta tindakan.
KUNCINYA – IMAN
Sering kita menilai iman dari yang kelihatan: cara melayani, cara berpakaian, atau panjangnya doa. Padahal iman menunjuk pada yang tidak kelihatan yang berdampak pada yang kelihatan.
“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”
Ibrani 11:1
Iman tidak selalu menghasilkan mujizat instan. Hukum tabur-tuai kadang seperti tanaman yang perlu waktu. Bahkan ada berkat yang turun-temurun seperti yang dialami Daud.
IMAN MENGHASILKAN KETEKUNAN
Perempuan Kanaan tidak menyerah walau mengalami:
- Yesus tidak menjawabnya (ayat 23a)
- Murid-murid meminta ia diusir (ayat 23b)
- Penegasan tentang posisinya (ayat 24)
- Ungkapan tentang ketidaklayakannya (ayat 26)
Namun ia tetap datang dan memohon. Inilah iman yang diwujudkan dalam tindakan. Iman bukan hanya percaya, tetapi bertahan.
IMAN MENGHASILKAN KERENDAHAN HATI
Jawabannya luar biasa:
“Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”
Ia tidak tersinggung. Ia tidak mundur. Ia tetap fokus pada tujuannya: bertemu Yesus dan memohon pertolongan.
“Remah adalah semua yang saya butuhkan. Sisa-sisa dari kuasa-Mu lebih dari cukup bagiku.”
Orang beriman tidak mendasarkan imannya pada kelayakan diri, tetapi pada belas kasihan Tuhan.
“Tetap teguh dan tidak goyah.”
1 Korintus 15:58
TUHAN MENGENAL HATI YANG BERIMAN
Anugerah Tuhan menjangkau siapa saja yang percaya, tanpa memandang latar belakang.
Iman besar lahir dari:
- Ketiadaan kesombongan
- Ketiadaan rasa paling layak
- Ketergantungan penuh pada kasih Tuhan
PERENUNGAN UNTUK KITA
Jika hanya menerima sebagian kecil dari kuasa-Nya:
- Keluarga kita tidak akan pernah sama
- Pekerjaan kita tidak akan pernah sama
- Hidup kita tidak akan pernah sama
Angkatlah roti dan katakan:
“Terimakasih Tuhan Yesus. Engkau memberikan tubuh-Mu untuk dipecah-pecah supaya tubuhku boleh utuh. Oleh bilur-bilur-Mu aku melihat kesembuhan.”
Angkatlah cawan dan katakan:
“Terimakasih Tuhan atas darah-Mu yang berharga, yang menyucikan saya dari segala dosa. Hari ini saya mengambil bagian dalam warisan-Mu: perlindungan, kesembuhan, keutuhan, dan penyediaan.”
Amin.
Abah Daniel













