Komunitas Advokat ini mempertanyakan Komitmen Moeldoko Sebagai Kepala Staff Kepresidenan

Jakarta – Pelitanusantara.com Terkait hasil Kongres Luar Biasa Partai Demokrat (5/3) yang memilih aklamasi Moeldoko sangat disayangi beberapa pihak karena dinilai Moeldoko tidak bisa fokus lagi di tugas Kepala Staf Kepresidenan. Hal ini juga disampaikan oleh komunitas Advokat Tim Advokasi Peduli Komunikasi Indonesia.

Perwakilan Tim , Dr.Gladi Angel menyatakan, saat ini tentang tugas Kepala Staf Kepresidenan diatur dalam Perpres Nomor 83 Tahun 2019. Memang tidak diatur poin apabila rangkap jabatan menjadi Ketua Partai maka harus mengundurkan diri.

“Setidaknya Pak Moeldoko bijak lah jangan sampai hal-hal seperti ini menjadi contoh bagi praktek ketatanegaraan di Indonesia. “

Tugas Kepala Staf Kepresidenan kan banyak karena kepala sehingga tugasnya memimpin pelaksanaan tugas dan fungsi Kantor Staf Presiden.

“Nah publik akan mempertanyakan apakah tugas-tugas dari Kepala Staf Kepresidenan salah satunya untuk masuk ke salah satu Partai menjadi ketuanya? Ini kan menjadi pertanyaaan.

“Menurut Gladi, Pak Moeldoko memang punya hak politik nya sendiri dan dijamin Undang Undang. Dan sebagai Aparatur Sipil Negara juga memiliki tanggung jawab yang berat dalam mengemban tugas-tugas kenegaraan yang dipercayakan. Keseimbangan ini tentunya menjadi bahan evaluasi bagi bapak Presiden kepada jajaran staf Kepresidenan dalam mendukung suksesnya program pemerintah dan salah satunya bahwa Pemerintah melakukan proses pembinaan dan pendidikan politik yang sehat dan berintegritas kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Sebaiknya sebagai Kepala Staf Kepresidenan benar-benar fokus pada Tugasnya, menyelenggarakan pemberian dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam melaksanakan pengendalian program-program prioritas nasional, komunikasi politik, dan pengelolaan isu strategis.

mengingat juga dalam Pidato Presiden di acara pelantikannya menyampaikan program kerja yg jadi prioritas dan mengatakan terkait membangun SDM yang didukung oleh ekosistem politik yg kondusif dan dengan ekosistem ekonomi yang kondusif.”

Untuk itu jadi harapan kami untuk Presiden Jokowi dapat melakukan evaluasi di bagian Kantor Staf Kepresidenan sehingga dipimpin maupun dilaksanakan oleh orang yang berfokus dan berdedikasi pada tugas Kantor Staf Kepresidenan.Pungkasnya (Kefas/PN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *