“BERDOA DAN CINTA”

” MARILAH kita selalu..
bertemu satu sama lain
dengan senyum..
karena senyum..
adalah awal
dari cinta?’!!

“CINTA” ialah…
Sesuatu yang sangat halus dan lembut, maka setiap getaran yang di timbulkannya…
TIDAK dapat di terima manusia secara seutuh-utuhnya….

“TIGA FILAR CINTA”
—– Komitmen
—– Fhasion — kegairahan
—– Intime — intim sama pasangan.

Ketiga Ibu yang ‘berbahagia‘ ini, telah membuktikan? “Cinta Komitmennya ke pada keluarganya, melalui Cinta ‘AGAPE’, Cintanya Tuhan, Cinta tampa Syarat!!
“CINTA” nya, Seorang Ibu tampa syarat kepada anak-anaknya, ‘MEREKA‘ bertiga telah membuktikannya?’
PENYAIR berkata….
KASIH Ibu Kepada beta, Tak terhingga sepanjang masa…Hanya memberi Tak Harap Kembali. Bagaikan Sang Surya menyinari Dunia….

BERDOA
KETIGA Ibu yang berbahagia ini, mengajak seluruh rakyat Indonesia…Karena Kementerian Kesehatan menerbitkan 10 cara mencegah “virus korona”. Kesepuluh cara itu ialah : makan bergizi, olah raga dan istirahat cukup, cuci tangan pakai sabun, jaga kebersihan lingkungan, tidak merokok, gunakan masker bila batuk, minum air putih 8 gelas setiap hari, makan makanan di masak sempurna dan tidak makan daging dari hewan yang berpotensi menularkan, bila demam segera ke fasilitas kesehatan, serta “JANGAN LUPA BERDOA”.

Ketiga Ibu ini, berkata? Jangan berdoa mengancam Tuhan…seperti ‘DOA’nya saudara kita, Neno Warisman dalam acara Munajat 212, Februari 2019, memanjatkan doa yang “mengancam” Tuhan; “Jangan…jangan kau tinggalkan kami karena jika Engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah….kami khawatir ya Allah…tak ada lagi yang menyembah-Mu ya Allah.! Sekali lagi TUHAN tidak mempan di ancam! Itu adalah doa yang salah.

“Ketiga Ibu ini menampilkan berkata : “jangan lupa berdoa” seperti yang di tampilkan “Kementerian Kesehatan cara no 10. Itu?

Ketiga Ibu ini berkata? Berdoa bukan satu-satunya cara mencegah ‘korona’. Itu artinya yang lebih penting ialah…usaha, upaya, kerja, baru berdoa, mungkin karena doa dianggap sebagai satu-satunya faktor atau faktor utama mencapai tujuan. Padahal, sekali lagi, kerja, usaha, upaya, lebih penting dan utama.!

Kata ketiga Ibu ini, “BERDOA…kiranya bermanfaat secara psikologis di tambah dengan aspek agama (spiritual). Itu artinya ‘berdoa’ bisa membawa ketenangan. Di tengah mewabahnya ‘korona’ di Tanah Air dan dunia pada umumnya, ketiga Ibu ini…kita diimbau “TETAP TENANG” dan “TIDAK PANIK”. “BERDOA...kiranya menjadi medium mencapai ketenangan atau ketidak panikan itu. (P.sirait)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *