Polda Sulsel Maksimalkan Pencarian Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros–Pangkep
Makassar — Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) memaksimalkan upaya pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport rute Yogyakarta–Makassar yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 Wita.
Informasi awal hilangnya kontak pesawat dengan nomor registrasi PK-THT diterima dari AirNav Makassar. Berdasarkan data navigasi terakhir, pesawat diperkirakan berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan kabupaten Pangkep , Sulawesi Selatan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Polda Sulsel mengerahkan personel dari Polres Maros dan Polres Pangkep yang diperkuat unsur TNI, , BPBD, Brimob Polda Sulsel, Dit Samapta Polda Sulsel, Paskhas TNI AU, serta potensi SAR lainnya untuk melakukan pencarian di lokasi yang diduga menjadi titik terakhir kontak pesawat.
Polda Sulsel juga mengerahkan personel SAR dari satuan Brimob dan Samapta guna memperkuat tim gabungan di lapangan. Berdasarkan manifest terbaru dari pihak maskapai, pesawat membawa 10 orang, terdiri atas 7 kru dan 3 penumpang. Perubahan manifest terjadi akibat pergantian kru sebelum keberangkatan dari Bandara Adi sucipto menuju bandara Internasional Sultan Hasanuddin
Hingga Sabtu malam, objek pesawat belum ditemukan. Proses pencarian terkendala kondisi cuaca berkabut, hujan gerimis, serta medan pegunungan yang terjal. Atas pertimbangan keselamatan personel, pencarian sementara dihentikan dan dilanjutkan kembali pada Minggu (18/1/2026) pagi.
Sebagai langkah penguatan koordinasi, Posko Induk gabungan Basarnas dan TNI–Polri dipindahkan ke Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Selain itu, posko pendukung didirikan di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Pencarian difokuskan pada dua jalur utama, yakni wilayah Balocci, Pangkep dan Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Maros.
Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan pihaknya sejak awal telah berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan secara terpadu.
“Kami telah melakukan langkah-langkah strategis, termasuk pembentukan posko dan penguatan personel di lapangan, guna mendukung operasi pencarian,” kata Djuhandhani saat konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (18/1/2026).
Ia menambahkan, RS Bhayangkara Makassar telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan untuk pelaksanaan pemeriksaan antemortem, dengan dukungan tim DVI Mabes Polri yang telah disiagakan.
Polda Sulsel memastikan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan mengerahkan kemampuan terbaik untuk memaksimalkan proses pencarian, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel serta memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi medan di lokasi pencarian.
Jurnalis Jihandak Belang
Sumber Bidang Humas Polda Aceh & Divisi Humas Polri













