Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Dr. Syarif Hamdani Alkaf Tekankan Pentingnya Sholat dalam Kehidupan Umat
Banjarmasin,19 Januari 2026 — Pendiri Majelis Ilmullah Mahabbatul Wujud Annubuwwah Alkaf, Dr. Syarif Hamdani Alkaf, menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah bersama jamaah majelis dan masyarakat pada Sabtu malam, 17 Januari 2026.
Kegiatan keagamaan tersebut dilaksanakan di Jalan Perdagangan, Komplek Gilang Persada RT 23, Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan, dan berlangsung khidmat dengan dihadiri jamaah dari berbagai kalangan.
Dalam tausiyahnya, Dr. Syarif Hamdani Alkaf menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan, memperbanyak doa, serta kembali meneguhkan kewajiban sholat sebagai fondasi utama kehidupan seorang muslim.
“Peringatan Isra Mi’raj 1447 Hijriah ini bukan hanya mengenang perjalanan spiritual Rasulullah SAW, tetapi menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga sholat dalam kehidupan sehari-hari. Sholat adalah hadiah langsung dari Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Isra Mi’raj terdiri dari dua peristiwa besar, yakni Isra, perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis, serta Mi’raj, yakni perjalanan Rasulullah SAW menembus tujuh lapis langit hingga Sidratul Muntaha untuk menerima perintah sholat.
Menurut Dr. Syarif, peristiwa Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam karena di sanalah sholat lima waktu diwajibkan bagi umat Islam sebagai sarana utama membangun hubungan dengan Allah SWT.
“Sholat adalah satu-satunya ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT tanpa perantara. Ini menunjukkan betapa istimewanya sholat di sisi Allah,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa sholat tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun, baik saat sehat maupun sakit, bermukim ataupun musafir, serta dalam keadaan aman maupun genting. Sholat, lanjutnya, bukan sekadar gerakan fisik, melainkan proses penyucian jiwa dan pembentukan akhlak.
“Sebagus apa pun ibadah lain dan sebanyak apa pun amal sosial, semuanya akan rapuh jika sholat diabaikan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Syarif juga mengulas makna sholat lima waktu yang dikaitkan dengan perjalanan para nabi sebagai simbol syukur, keteguhan iman, dan pengharapan kepada Allah SWT.
Menutup tausiyahnya, Dr. Syarif Hamdani Alkaf berharap peringatan Isra Mi’raj yang digelar pada 17 Januari 2026 ini dapat menjadi titik balik bagi umat Islam untuk memperbaiki kualitas sholat dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
“Semoga Isra Mi’raj tahun ini membawa keberkahan bagi kita semua dan menjadikan kita hamba yang lebih taat dan bersyukur,” tutupnya.
Sumber: Abun
Jurnalis: Romo Kefas













