Pelitanusantara.com Di tanah Jawa yang subur, di mana matahari terbit dan terbenam di balik bukit-bukit hijau, terdapat dua kerajaan yang kuat dan makmur. Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda. Kedua kerajaan ini memiliki sejarah yang panjang dan kompleks, dengan hubungan yang kadang-kadang harmonis dan kadang-kadang penuh konflik.
Cerita tentang Perang Bubat telah diteruskan secara lisan dari generasi ke generasi melalui cerita rakyat, dan juga tercatat dalam beberapa naskah kuno seperti Babad Tanah Jawi dan Pararaton. Menurut catatan sejarah, pada masa itu, Raja Majapahit, Hayam Wuruk, memutuskan untuk memperluas kekuasaannya ke seluruh Nusantara.
Ia mengirimkan utusan ke Kerajaan Sunda untuk meminta putri Dyah Pitaloka Citraresmi untuk dinikahkan dengan dirinya. Namun, Raja Sunda, Prabu Maharaja Linggabuana, tidak ingin putrinya dijadikan sebagai alat politik dan menolak permintaan tersebut. Penolakan ini memicu kemarahan Raja Majapahit, yang kemudian memutuskan untuk mengirimkan pasukan ke Bubat, tempat di mana rombongan Kerajaan Sunda berada.
Pertempuran yang tidak seimbang pun terjadi. Pasukan Majapahit yang kuat dan terlatih dengan baik menyerang pasukan Sunda yang jauh lebih lemah. Dalam pertempuran tersebut, banyak pahlawan Sunda yang gugur, termasuk 17 bangsawan Sunda yang terkenal, yaitu:
1. Prabu Maharaja Linggabuana, Raja Sunda
2. Dyah Pitaloka Citraresmi, putri Raja Sunda
3. Rakryan Mahamantri Katanggan, patih Kerajaan Sunda
4. Rakryan Wiranatakusumah, pejabat tinggi Kerajaan Sunda
5. Rakryan Sang Aryya Surawisesa, pejabat tinggi Kerajaan Sunda
6. Rakryan Wiramartanda, pejabat tinggi Kerajaan Sunda
7. Rakryan Sang Hyang Agung, pejabat tinggi Kerajaan Sunda
8. Rakryan Sang Hyang Lembu, pejabat tinggi Kerajaan Sunda
9. Rakryan Sang Hyang Wisesa, pejabat tinggi Kerajaan Sunda
10. Rakryan Sang Hyang Kencana, pejabat tinggi Kerajaan Sunda
11. Rakryan Sang Hyang Wangsa, pejabat tinggi Kerajaan Sunda
12. Rakryan Sang Hyang Suradipa, pejabat tinggi Kerajaan Sunda
13. Rakryan Sang Hyang Surawijaya, pejabat tinggi Kerajaan Sunda
14. Rakryan Sang Hyang Wiradipa, pejabat tinggi Kerajaan Sunda
15. Rakryan Sang Hyang Wiradesa, pejabat tinggi Kerajaan Sunda
16. Rakryan Sang Hyang Wirata, pejabat tinggi Kerajaan Sunda
17. Rakryan Sang Hyang Wirya, pejabat tinggi Kerajaan Sunda
Selain 17 bangsawan Sunda tersebut, diperkirakan bahwa hampir semua pasukan Sunda gugur dalam pertempuran tersebut, dengan jumlah korban jiwa yang diperkirakan mencapai ratusan orang. Perang Bubat merupakan tragedi yang sangat besar bagi Kerajaan Sunda dan memiliki dampak yang signifikan terhadap sejarah Nusantara.
Kisah Perang Bubat ini dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan karya sastra yang lebih luas, dan dapat menjadi pelajaran bagi kita tentang pentingnya memahami sejarah dan budaya kita. [÷]













