Menjelang Gerbang Waktu: Siapkah Kita Memasuki 2026?

IMG 20251225 WA0107
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

(robby tingaray)

Enam hari lagi, kalender 2025 akan menutup lembarannya.
Waktu tidak pernah menunggu siapa pun. Ia terus berjalan, meninggalkan jejak-jejak pilihan, sikap, dan perbuatan kita.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Pertanyaannya sederhana, namun menghujam ke hati:

Sudahkah kita siap memasuki tahun 2026?

Bukan soal pesta pergantian tahun atau resolusi yang ditulis rapi, melainkan soal apa yang sungguh telah kita hidupi sepanjang tahun ini.

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”
(Mazmur 90:12)

Bekal Apa yang Kita Bawa?

Sepanjang 2025, kebaikan apa yang sudah kita tabur?
Apakah ada kasih yang kita berikan tanpa pamrih?
Apakah ada luka yang kita sembuhkan, doa yang kita naikkan, atau pengampunan yang kita lepaskan?
Atau justru kita terlalu sibuk mengejar diri sendiri, hingga lupa bahwa hidup bukan sekedar tentang bertahan, melainkan berbuah?

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”
(Galatia 6:9)

Setiap tahun adalah ladang.
Apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai — cepat atau lambat.

Jangan Biarkan Tahun Berlalu Tanpa Makna

Mungkin ada di antara kita yang merasa,
“Sepertinya aku tidak melakukan apa-apa yang berarti di tahun ini.”

Namun ingat:
Tuhan tidak menilai dari besarnya sorotan, tetapi dari *lkesetiaan dalam hal-hal kecil.

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.”
(Lukas 16:10)

Senyum yang tulus, doa yang tak terdengar siapapun, kesabaran di tengah tekanan — semua itu tidak pernah sia-sia.

Harapan untuk Tahun 2026

Menjelang 2026, mari bertanya dengan jujur:
Apa yang kita harapkan terjadi dalam hidup kita?

Lebih dari sekedar keberhasilan lahiriah, kiranya kita merindukan:

Hati yang lebih lembut
Iman yang lebih dewasa
Hidup yang makin selaras dengan kehendak Tuhan

“Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu.”
(Amsal 16:3)

Tahun baru bukan jaminan hidup akan lebih mudah,
tetapi ia adalah *kesempatan baru untuk berjalan lebih benar.*

Menutup Tahun, Membuka Hati

Saat 2025 hampir berakhir, jangan hanya menutup kalender —
*bukalah hati.*

Biarkan Tuhan menata ulang arah langkah kita,
membersihkan yang perlu dilepaskan,
dan meneguhkan yang perlu diteruskan.

“Lihatlah, Aku membuat segala sesuatu menjadi baru.”
(Wahyu 21:5)

Kiranya kita tidak sekedar memasuki tahun 2026,
tetapi *memasuki tahun yang baru dengan hidup yang diperbarui.*

Amen.