Pelitanusantara.com Berdasarkan catatan sejarah Kerajaan Majapahit, seperti Nagarakertagama dan Pararaton, serta legenda lokal dan cerita rakyat Jawa, kisah Gusti Ayu Anjasmoro menjadi inspiratif bagi banyak orang. Sebagai seorang wanita bangsawan di Kerajaan Majapahit pada abad ke-14, Anjasmoro tumbuh dalam lingkungan istana yang sarat dengan intrik dan politik.
Menurut analisis sejarahwan, seperti yang tercatat dalam buku “Sejarah Majapahit” karya Slamet Muljana, Anjasmoro dididik bukan hanya untuk menjadi permaisuri, melainkan pewaris kebijaksanaan. Ia memiliki jiwa baja yang ditempa oleh ilmu kanuragan, sastra, dan strategi pemerintahan. Dalam masa-masa sulit di Majapahit, ketika faksi-faksi saling mengklaim warisan tahta, Anjasmoro memilih untuk menjadi penyatu dan penggerak, bukan sekadar simbol atau alat politik.
Legenda tentang Anjasmoro, seperti yang tercatat dalam cerita rakyat Jawa, memuat kisah keberaniannya dalam memimpin pasukan wanita Majapahit melawan penjajahan, menunjukkan bahwa ia tidak hanya memiliki keindahan, tetapi juga ketegasan dan keberanian. Julukan “Mawar Berduri dari Timur” menjadi simbol bagi dirinya, yang tidak hanya mekar dalam keindahan tetapi juga menusuk dalam ketegasan.
Kisah Anjasmoro menjadi inspiratif karena ia menunjukkan bahwa seorang perempuan dapat memiliki peran penting dalam sejarah, tidak hanya sebagai simbol, tetapi sebagai penggerak perubahan. Ia tetap teguh sebagai simbol harapan dan kesetiaan terhadap tanah leluhur, meninggalkan jejak abadi dalam sejarah sebagai perempuan yang mengubah arus zaman dengan hati dan keberanian.
Sumber:
-
- Nagarakertagama
- Pararaton
- Sejarah Majapahit karya Slamet Muljana
- Cerita rakyat Jawa
- Analisis sejarahwan tentang peran perempuan dalam masyarakat Majapahit.













