Kemuliaan Allah yang Menyatakan Terang-Nya di Dalam Kristus
Sapaan Gembala: Pdt. Andy Markus – Senin, 26 Januari 2026
“Terpujilah Tuhan, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena Tuhan mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran.”
(1 Raja-Raja 10:9 TB)
Kemuliaan Allah adalah manifestasi ilahi yang menyatakan kesempurnaan-Nya sekaligus menuntun umat manusia untuk menyadari betapa pentingnya kehadiran Allah di dalam dunia ini. Kemuliaan itu bukan sekadar konsep teologis, melainkan realitas ilahi yang hidup—menyentuh, mengarahkan, dan mengubah manusia.
God’s Glory juga berbicara tentang karakter Allah yang agung dan maha mulia, baik di bumi maupun di sorga. Seluruh kemuliaan itu terpancar secara utuh melalui satu Pribadi yang tidak bercacat dan tidak bercela: Yesus Kristus. Dialah Anak Allah yang menjadi tanda nyata kehadiran Allah di tengah dunia dan yang terus menyertai umat-Nya hingga hari ini.
Bayangkan jika Kristus tidak menjelma menjadi manusia. Allah yang agung akan tetap ada, tetapi hanya dipahami secara dangkal—sebagaimana Israel kerap memahami Tuhan sebatas kerangka keagamaan, bukan relasi yang hidup. Dalam Kristus, Allah tidak lagi jauh; Ia hadir, berjalan bersama manusia, dan menyatakan hati-Nya.
“Dari dalam gelap akan terbit terang” bukan sekadar ungkapan puitis, melainkan janji ilahi yang mahal dan penuh makna. Terang itu berasal dari Allah sendiri dan dinyatakan melalui firman-Nya. Ada campur tangan Allah dalam terang yang terbit itu, namun sering kali terang tersebut tidak terlihat karena mata manusia telah dibutakan oleh dosa.
Kemuliaan Allah dinyatakan melalui terang Injil Kristus. Namun ironisnya, manusia kerap melupakan, meniadakan, bahkan menganggap terang itu tidak penting. Dosa membuat manusia merasa cukup dalam gelapnya sendiri, hingga terang ilahi tidak lagi dicari.
Allah menyatakan terang-Nya melalui kehidupan Yesus Kristus. Kristus adalah terang yang dijanjikan Allah kepada manusia—terang yang tidak hanya menerangi jalan hidup, tetapi juga menyatakan kebenaran, memulihkan relasi, dan membawa manusia kembali kepada Allah.
Kiranya kita tidak hanya melihat kemuliaan Allah sebagai konsep iman, tetapi mengalami terang-Nya secara nyata dalam hidup sehari-hari—sebagai umat yang dipanggil untuk hidup dalam keadilan, kebenaran, dan terang Kristus.













