TANGERANG – Lupakan jembatan reyot yang bikin jantung berdebar! Kini, warga Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang bisa bernapas lega dan tersenyum lebar. Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang telah merampungkan pembangunan Jembatan Cipasilian, yang juga dikenal sebagai Jembatan Bintarok. Jembatan yang menghubungkan Desa Pasilian dengan Desa Pagedangan Udik ini bukan hanya sekadar infrastruktur, tapi juga simbol harapan dan kemajuan bagi seluruh masyarakat.
“Ini seperti mimpi yang jadi kenyataan! Dulu, kami harus berhati-hati sekali saat melintasi jembatan lama yang kecil dan rusak. Sekarang, kami bisa lewat dengan nyaman dan aman,” ujar seorang warga Desa Pasilian dengan wajah sumringah.
Kepala Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang, H. Iwan Firmansyah, mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan ini adalah bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. “Semua ini bisa terwujud berkat dukungan, dorongan, dan kebersamaan masyarakat. Semoga jembatan ini benar-benar bermanfaat dan menjadi akses yang memperlancar aktivitas warga,” tuturnya.
Jembatan yang dibangun oleh CV. Andalan Bersama dengan anggaran sebesar Rp4.916.081.000 ini mendapat apresiasi tinggi dari warga Kecamatan Kronjo. “Kami sangat berterima kasih kepada CV. Andalan Bersama yang telah bekerja keras membangun jembatan ini dengan kualitas yang sangat baik,” kata H. Abdul Latif, Ketua Apdesi Kecamatan Kronjo sekaligus Kepala Desa Pasilian.
Peresmian jembatan ditandai dengan tasyakuran yang meriah. H. Abdul Latif dan Kepala Desa Pagedangan Udik, Astri Apriyanti, sepakat bahwa terwujudnya pembangunan ini adalah hasil perjuangan panjang dan sinergi semua pihak. “Ini adalah bukti bahwa jika kita bersatu, kita bisa mencapai hal-hal yang luar biasa,” ujar Astri Apriyanti.
Dengan beroperasinya Jembatan Cipasilian, warga berharap aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga sosial masyarakat bisa semakin lancar dan berkembang. “Kami yakin, jembatan ini akan membawa berkah bagi kemajuan desa kami,” pungkas H. Abdul Latif dengan optimisme.
(Sb-@lex)













