“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.”_ Yohanes 1:1-2
Pelita Nusantara Identitas dari Firman atau Word atau λόγος logos yaitu diri Allah itu sendiri yang kemudian dijadikan sebagai subjek dari Injil Yohanes. Kemudian keberadaan Kristus Yesus sebagai Anak Allah sebagai tokoh sejarah yang bersifat mutlak atau tidak terbantahkan.
ὁ λόγος ἦν πρός τον θεον ho logos ēn pros ton teon artinya The Word was with God. Munculnya kata ἦν πρός ēn pros dengan arti bersama-sama yaitu menegaskan mengenai bersama Allah dengan pengertian berada di hadapan Allah atau satu kesatuan dengan Allah.
Dalam studi etimologi atau studi kata, istilah λόγος logos diartikan something said [including the thought] yaitu sesuatu yang diperkatakan termasuk apa yang ada di dalam pikiran. Kata ini juga bisa diartikan the Divine expression yaitu ekspresi dari pribadi yang Ilahi atau pernyataan, perkataan dari Allah yang disampaikan langsung kepada manusia.
FIRMAN yang adalah perkataan Allah sendiri memiliki kuasa yang hebat, bagi orang Yahudi dan Yunani memiliki perspektif yang sama prihal kata logos yaitu God’s self expression[penyataan diri Allah]. Firman itu memiliki kekuatan yang mampu mengatur seluruh tatanan alam semesta yang ada. Artinya, kekuatan Allah melalui Firman-Nya berkuasa seutuhnya dan mutlak.
Dalam Injil Yohanes, kata λόγος logos memiliki makna teologis yang jelas dan kuat, yaitu menunjukkan posisi dari pribadi Kristus Yesus sebagai isi atau hakekat λόγος logos itu sendiri dan sekaligus menyatakan Kristus adalah Anak Allah. Yesus Kristus yang adalah λόγος logos menunjukkan bahwa Dia adalah pribadi yang Agung dan mulia.
Sapaan Gembala: Pdt. Andy Markus













