Bertobat dan Menyerahkan Hidup kepada Kristus

Img 20250802 wa0016
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

“Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: ”Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: ”Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.”“(Matius‬ ‭3‬:‭1‬-‭3‬ ‭TB‬‬)

Pelita Nusantara Kata yang digunakan Matius menjelaskan orasi Yohanes pembaptis mengenai seruan bertobat adalah μετανοέω metanoeō artinya repent atau bertobat. Dalam penekanannya, kata ini lebih menjelaskan mengenai sebuah penyesalan atau reconsider yaitu berpikir ulang atau mempertimbangkan kembali. Tentu yang dimaksudkan disini adalah penyesalan akan kesalahan selama ini yaitu jauh dari pemerintahan/kedaulatan Allah.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Ada makna terkandung dalam seruan bertobat yang dikaitkan Yohanes akan kedatangan kerajaan Allah. Bertobat artinya menyadari bahwa Allah berkuasa/pemilik hidup menjadi tiket masuk dalam kerajaan sorga. Semua orang kristen adalah orang percaya kepada Kristus, tetapi tidak semua diantara mereka yang benar-benar menyerahkan hidupnya menjadi milik Kristus.

Menjadi milik Kristus artinya Kristuslah yang berkuasa atas kehidupan, inilah konsep kerajaan Allah yang dimaksudkan Yohanes Pembaptis. Kedaulatan Allah atas hidup manusia adalah pesan utama. Janji yang disampaikan Yesus akan kedatangan-Nya akan benar-benar terjadi terbatas bagi mereka yang sungguh-sungguh menantikan Dia datang kembali.

Kesempatan diberikan secara universal, artinya semua manusia berkesempatan menyambut kedatangan-Nya. Tetapi mereka yang dianggap layak adalah orang percaya dengan menjaga hidup dalam pertobatan serta menyerahkan kehidupannya secara utuh menjadi milik Allah.

“Hidup ku bukannya aku lagi tetapi Kristus di dalam ku.”

Sapaan Gembala: Pdt. Andy Markus