Pelita Nusantara Bayangkan sebuah kota yang dulunya merupakan pusat perdagangan rempah-rempah dan tembakau yang paling berharga di Asia Tenggara. Kota Medan, Sumatera Utara, memiliki sejarah yang kaya dan penuh dengan cerita tentang para tokoh yang membentuk wajahnya menjadi seperti sekarang. Salah satu tokoh yang paling berpengaruh adalah Tjong A Fie, seorang pengusaha dan dermawan keturunan Tionghoa yang sukses membangun kekaisaran bisnis di Medan pada masa kolonial Belanda.
Tjong A Fie lahir pada tahun 1860 di Meixian, Guangdong, Tiongkok, dari keluarga sederhana dengan pendidikan seadanya. Namun, ia sangat cerdas dan menguasai cara-cara berdagang sehingga usaha keluarganya cukup sukses. Pada usia 17 tahun, Tjong A Fie merantau ke Hindia Belanda (Indonesia) untuk mencari penghidupan yang lebih baik dan bergabung dengan kakaknya yang sudah lebih dulu sukses di Medan. Dengan kemampuan bisnis yang luar biasa, Tjong A Fie menjalin hubungan baik dengan Sultan Deli dan pejabat kolonial Belanda, membuka peluang bisnis yang luas.
Ia menjadi salah satu orang terkaya di Sumatera dengan usaha di bidang perkebunan, perdagangan, dan perbankan. Ia memiliki perkebunan tembakau, kelapa sawit, teh, dan gula yang sangat luas, mempekerjakan lebih dari 10.000 orang. Selain itu, Tjong A Fie juga dikenal sebagai dermawan dan memimpin komunitas Tionghoa di Medan sebagai Majoor der Chineezen. Ia membangun sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya untuk masyarakat Medan.
Tjong A Fie memiliki tiga pernikahan dan banyak anak. Salah satu cucu yang masih hidup dan aktif dalam melestarikan warisan keluarganya adalah Fon Prawira, cucu dari anak keempat Tjong A Fie, Tjong Kaet Liong (Munchung). Fon Prawira tinggal di rumah keluarga Tjong A Fie yang terkenal, yaitu Tjong A Fie Mansion, yang terletak di Jalan Ahmad Yani 105, Kesawan, Medan. Rumah tersebut kini menjadi museum dan destinasi wisata sejarah yang populer [1].
Tjong A Fie meninggal pada 4 Februari 1921 karena pendarahan otak. Prosesi pemakamannya dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai kalangan dan wilayah. Ia mewariskan kekayaannya untuk yayasan yang membantu pemuda berprestasi dan korban bencana alam. Warisan Tjong A Fie terus dikenang dan dihormati oleh masyarakat Medan dan sekitarnya. Melalui kisah hidupnya, kita dapat belajar tentang pentingnya kerja keras, ketekunan, dan kepedulian sosial dalam mencapai kesuksesan.
Dengan demikian, kisah Tjong A Fie dapat menjadi contoh bagi kita semua untuk terus berjuang dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa, serta meninggalkan warisan yang tak terlupakan bagi generasi mendatang.
Referensi:
[1] Tjong A Fie Mansion, Medan.













